tanggung jawab

Penulisan “Tanggung Jawab”, “Bertanggung jawab”, “Mempertanggungjawabkan”, serta “Pertanggungjawaban”

Penulisan “Tanggung Jawab”, “Bertanggung jawab”, “Mempertanggungjawabkan”, serta “Pertanggungjawaban”, bagaimana yang benar? Apakah penulisan kalian selama ini mengenai empat kosakata tersebut sudah benar?

“tanggung jawab” menurut KBBI merupakan [1] keadaan wajib menanggung segala sesuatu (kalau  terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya) [2] fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain.

Lalu bagaimana penulisan yang benar keempat kosakata di atas? Dalam artikel ini akan menjelaskan mengapa misalnya “tanggung jawab” penulisannya terpisah. Menarik bukan?

Berikut penulisan “Tanggung Jawab”, “Bertanggung jawab”, “Mempertanggungjawabkan”, serta “Pertanggungjawaban” yang benar, simak keterangan berikut!

1. Tanggung jawab

Penulisan “tanggung jawab” jika mengacu KBBI adalah terpisah. Jadi jika kalian masih menulis dengan tergabung, jelas menjadi suatu kesalahan. Mengapa terpisah? Sebab “tanggung jawab” merupakan morfem bebas.

2. `Bertanggung jawab

Sama seperti “tanggung jawab”, penulisan “bertanggung jawab” yang benar adalah terpisah. Jika kalian menulis digabung, sebaiknya segera ubah kebiasaan tersebut. Mengapa terpisah? Sebab “bertanggung jawab” hanya ketambahan awalan “ber-“ saja.

3. Mempertanggungjawabkan

Kemudian penulisan “mempertanggungjawabkan” tergabung. Mengapa? Karena “mempertanggungjawaban” mengandung awalan dan akhiran, yaitu “mem-“ dan “-an”.

4. Pertanggungjawaban

Sama seperti penulisan “mempertanggungjawabkan”, penulisan “pertanggungjawaban” adalah digabung. Sebab kosakata tersebut mempunyai awalan dan akhiran yaitu “per-“ dan “-an”.

Nah, itulah penulisan “Tanggung Jawab”, “Bertanggung jawab”, “Mempertanggungjawabkan”, serta “Pertanggungjawaban” yang benar. Semoga dengan penjelasan sederhana ini, kalian paham mengenai alasan penulisan varian kosakata “tanggung jawab” terpisah atau tergabung.


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *