5 Konsep Berpuasa di Agama Selain Islam – Apakah kalian pernah mendengar bahwa puasa tidak hanya di agama islam saja? Ya, di agama lain juga terdapat puasa. Hanya saja tentu konsep tidak sama. Dalam islam, puasa merupakan salah satu dari rukun islam dan wajib hukumnya. Puasa untuk melatih kesabaran serta meningkatkan rasa syukur.
Lalu bagaimana konsep berpuasa di agama lain? Artikel ini mencoba sedikit menjelas konsep berpuasa yang ada pada agama lain. Tentunya dalam menjelaskan, mengutip dari berbagai sumber. Berikut 5 konsep berpuasa di agama selain islam:
1. Buddha
Pada agama Buddha puasa disebut sebagai Uposatha. Waktu berpuasa berbeda-beda, tergantung aliran mana yang diikuti, tapi penganut agama Buddha sama-sama mengikuti perhitungan kalender Buddhis. Saat berpuasa, umat Buddha tetap dipersilakan untuk minum, tidak dengan makan. Dalam melaksanakan Uposatha ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan pada siang hari hingga dini hari, dan tidak menonton hiburan atau memakai kosmetik, parfum, dan perhiasan.
2. Katolik
Pada agama katolik, masa berpuasa adalah pra-Paskah dan berlangsung selama 40 hari, dihitung dari hari Rabu Abu hingga Jum’at Agung. Yang wajib berpuasa adalah yang sudah menginjak 18 tahun. Ketika berpuasa, hanya diizinkan untuk makan kenyang sekali dalam sehari. Berpuasa merupakan cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan menyatukan pengorbanan umat Katolik dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
3. Hindu
Kemudian puasa pada agama Hindu biasa disebut Upawasa. Upawasa sendiri ada yang wajib dan juga tidak. Upawasa yang wajib misalnya adalah Upawasa Siwa Ratri, umat tidak boleh makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Lalu puasa Nyepi, yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum sejak fajar hingga fajar keesokan harinya. Puasa lain yang dianggap wajib adalah puasa untuk menembus dosa yang dilakukan selama tiga hari, puasa tilem, dan purnama.
4. Yahudi
Dalam Yahudi nama lain puasa ialah Ta’anit. Ta’anit terbagi menjadi dua, yaitu pada hari besar, Yom Kippur dan Tisha B’Av, juga pada hari kecil, misalnya puasa Esther dan puasa Gedhalia. Pada saat puasa, tidak diperkenankan untuk makan dan minum, berhubungan seks, mengenakan sepatu kulit, dan khusus pada hari Yom Kippur, umat Yahudi tidak diperkenankan untuk menggosok gigi.
5. Konghucu
Kemudian puasa dalam agama Konghucu merupakan cara untuk mensucikan diri dan melatih diri, baik itu untuk menjaga perilaku, perkataan, dan agar diri kita dipenuhi cinta kasih. Puasa Konghucu ada dua jenis: puasa rohani dan jasmani. Puasa rohani dilakukan dengan menjaga diri dari hal-hal yang dianggap asusila. Sementara puasa jasmani dilakukan pada bulan Imlek. Puasa dilakukan dengan cara berpantang makan daging secara bertahap, ada yang hanya sehari, dua hari, dan seterusnya hingga berpantang permanen. – 5 Konsep Berpuasa di Agama Selain Islam.
Sumber :
https://kumparan.com/kumparansains/5-agama-yang-punya-tradisi-puasa-selain-islam
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “5 Konsep Berpuasa di Agama Selain Islam, Perhatikan Baik-baik!”
Pingback: Penulisan “Tanggung Jawab”, “Bertanggung jawab”, “Mempertanggungjawabkan”, serta “Pertanggungjawaban” -