Cara menulis partikel “pun” yang dipisah atau digabung? Kalian mungkin mengalaminya, ketika menulis partikel itu. Partikel “pun” termasuk kelas kata yang cukup sering terlibat, sebagaimana partikel “-kah”, “-lah”, dan “per”.
Perlu kalian tahu bawah partikel “pun” termasuk dalam kelas kata yang tidak mempunyai makna leksikal, tetapi memiliki makna gramatikal. Apa itu maksudnya?
Artinya partikel “pun” tidak akan memiliki makna apabila berdiri sendiri, dengan kata lain tidak masuk dalam kalimat. Tidak seperti kata “kursi” misalnya, yang bermakna (menurut KBBI V) tempat duduk yang berkaki dan bersandaran.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Lima, partikel “pun bisa memiliki beberapa arti bila ia sudah masuk dalam kalimat. Apa saja? Arti-arti dari “pun” adalah “juga”, “demikian”, “meski”, “biar”, “kendati”, “saja”, “menyatakan perubahan”, dan “menguatkan pokok kalimat”.
Kalian bingung maksudnya? Nah, berikut salah satu contoh penjelasannya.
Apabila Dion makan, Febi pun akan makan.
Partikel “pun” pada kalimat di atas bisa diartikan sebagai “juga”. Makna partikel “pun” ada karena sudah masuk dalam kalimat, bukan sebagai partikel yang berdiri sendiri.
Lalu bagaimana partikel “pun” yang penulisannya serangkai dengan kata sebelumnya?
Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat terlebih dulu kata yang mendahului partikel “pun”. Penulisannya serangkai apabila kata sebelumnya merupakan kata hubung dalam kalimat. Dalam hal ini, partikel “pun” mempunyai peran sebagai unsur pembentuk kata hubung.
Kata apa saja yang penulisannya dengan partikel “pun” serangkai? Kata yang penulisannya demikian terhitung ada dua belas.
- Adapun
- Biarpun
- Ataupun
- Maupun
- Kendatipun
- Sungguhpun
- Sekalipun
- Walaupun
- Andaipun
- Kalaupun
- Meskipun
- Bagaimanapun
Berikut contoh penulisan partikel “pun” sebagai pembentuk kata hubung.
Walaupun kamu bukan orang kaya, tetapi aku akan setiap kepadamu.
Begitulah penjelasan dari penulisan partikel “pun” yang ditulis serangkai dan tidak serangkai. Apakah sekarang masih bingung? Atau masih akan salah lagi dalam menuliskan partikel “pun”?
Sebaiknya jangan sampai salah lagi, bagi kalian yang sudah baca artikel pendek ini.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






2 komentar untuk “Cara Menulis Partikel “Pun”, Digabung Atau Dipisah?”
Pingback: Bagaimana Aturan Penulisan "Di" yang Benar? Berikut Penjelasannya! -
Pingback: NKPI dan TKPI adalah Jurusan yang Unggul di SMK Negeri 1 Temon - Berita Seputar Vokasi