Basa (bahasa) walikan merupakan bahasa gaul orang Jogja yang ngehits pada tahun 1990-an. Ada kosakata yang masih eksis sampai sekarang, ada yang sudah mulai pudar atau hilang. “Dab” adalah salah satu contoh basa walikan atau bahasa gaul yang masih populer digunakan oleh anak muda zaman now. “Dab” biasanya digunakan untuk memanggil “laki-laki” atau setara dengan “mas”.
Selain “dab” yang terkenal basa walikan lainnya adalah “dagadu”. Sekarang “dagadu” dikenal sebagai merek kaus ternama. “Dagadu” berasal dari kata “matamu” dalam basa walikan. Simbol merek Dagadu adalah mata. Nah, apa saja sebenarnya basa walikan yang masih lumayan sering terdengar? Seperti yang diambil dari jogjapolitan.harianjogja.com setidaknya ada 10 basa walikan jogja tahun 1990-an yang masih ada di zaman now.
1. Dab
Dab berarti mas. Penuturnya biasanya lelaki kepada teman sebayanya. Dab masih eksis sampai sekarang, bahkan kemudian sering dipakai dengan menambahkan artinya. Tak sedikit anak muda memanggil teman mereka dengan, masdab.
2. Lodse
Lodse berarti ngombe atau minum. Kosakata tersebut biasanya diucapkan orang saat haus, namun lebih sering diucapkan sebagai eufemisme atau ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yakni minum minuman keras.
3. Dasun
Dasun erat kaitannya dengan lodse karena setelah lodse, biasanya orang menjadi dasun alias mabuk.
4. Dugap
Dugap juga menjadi turunan kata lodse dan dasun. Jika kebanyakan menenggak minuman beralkohol alias dasun berat, kita akan dugap atau muntah.
5. Daladh
Daladh adalah kata yang berarti mangan atau makan.
6. Sahany
Sahany, biasa diucapkan dengan sahan, artinya bapak.
7. Pisu
Pisu adalah pasangan bapak, artinya ibu. Sahany dan pisu banyak anak muda Jogja gunakan ketika membicarakan ayah dan ibu mereka.
8. Poya haha
Poya haha adalah frasa dalam basa walikan yang biasa oleh seseorang gunakan untuk menyatakan ia baik-baik saja. Kosakata tersebut artinya ora papa atau tidak apa-apa.
9. Dagadu
Tak perlu banyak penjelasan untuk arti dagadu karena ini sudah menjadi merek fesyen asal Jogja dengan lambang mata.
10. Jape methe
Jape methe banyak orang pakai untuk menyebut orang yang berada di lingkaran atau circle kita. Kosakata tersebut berarti cahe dewe atau teman kita sendiri.






1 komentar untuk “Basa Walikan Jogja Tahun 1990-an yang Masih Ada di Zaman Now”
Pingback: Konjungsi yang Didahului Koma, Perhatikan Mungkin Kalian Belum Tahu! -