Cita-cita Masa Kecil
Sumber penghasilan penulis buku. Orang tua dan orang dewasa sering bertanya kepada kita sewaktu kecil kalau sudah besar mau jadi apa. Rata-rata jawabannya, yang masih Bung Jep ingat, adalah jadi dokter, astronot, dan polisi serta pilot. Jarang kayaknya anak kecil menjawab dengan tegas; jadi penulis buku. Bila ada jawaban tersebut, orang tua segera bertanya lagi; dari mana sumber penghasilannya? Ada semacam kesangsian terhadap masa depan penulis buku.
Sumber-sumber Penghasilan
Penulis buku sesungguhnya memiliki beberapa sumber penghasilan, di antaranya adalah royalti buku, hadiah jika menjadi pemenang sayembara penulisan, honor proyek penulisan, dan honor mengisi diskusi atau pelatihan. Besarnya bermacam-macam, tak bisa disebut dengan nominal pasti, tapi jika semua sumber penghasilan penulis tersebut digabung Insha’Allah cukup untuk hidup dengan gaya sederhana. Ya, bisa menyisakan buat jajan tahu bulat sama boba tiap bulan.
Pertama, seorang penulis rata-rata mendapat royalti sebesar 10% dari harga jual buku. Di beberapa penerbit jumlahnya bisa lebih kecil atau lebih besar. Beberapa penulis dengan nama besar bisa mencapai 12‒15 %.
Misal, ada seorang penulis yang yang menjual bukunya dengan harga 40 ribu. Bukunya tercetak banyak dan tersebar ke seluruh toko buku di seluruh Indonesia. Selama setengah tahun, bukunya ternyata laku sekitar 3 ribu eksemplar. Maka penghasilannya dari royalti buku adalah sebesar 10% x 40 ribu x 3.000 = Rp12 juta. Jika dibagi secara bulanan, itu artinya, per bulannya, ia mendapatkan penghasilan sebesar Rp2 juta.
Kedua, Sayembara Dewan Kesenian Jakarta merupakan salah satu sayembara penulisan yang memberikan penghargaan berupa uang tunai. Selain itu, terdapat beberapa penghargaan bagi penulis buku, di antaranya adalah Khatulistiwa Literature Award, Penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dan Anugerah Sastra Rancage. Kamu sebagai penulis buku bisa mempersiapkan naskah untuk diikutkan sayembara ataupun menulis buku secara konsisten dan tentu berkualitas. Penghargaan kemungkinan besar akan datang kepadamu dengan sendirinya.
Ketiga, seorang penulis bisa mengikuti proyek penulisan buku, yang mengadakan biasanya oleh instansi swasta dan pemerintah maupun lembaga-lembaga lain. Konon, gede lho. Kan uang negara. Ini tergantung jaringan pergaulan dan kegigihan kamu aja sih.
Keempat, kalau kamu penulis buku terkenal, punya buku banyak dan laku keras, publik biasanya mempercayaimu untuk mengisi berbagai acara, mulai dari seminar, pelatihan, sampai diskusi ringan. Bayangkan kalau tiap minggu ada acara, di kampus, sekolah, komunitas, dan instansi pemerintah. Wah, penghasilan kamu tambah-tambah.
Butuh Perjuangan
Untuk memperoleh semua sumber penghasilan penulis buku, tentu butuh perjuangan untuk menjadi penulis buku yang dapat dipercaya dan dikenal karena karya yang berkualitas. Jadi, gimana? Sudah memantapkan bercita-cita jadi penulis buku?





