Apakah kalian tahu tanggal berapa diperingati sebagai hari film nasional? Ya, hari film nasional jatuh pada tanggal 30 Maret. Mengapa bisa ditentukan pada tanggal tersebut? Berikut rinciannya diambil dari tirto.id, mengapa hari film nasional bisa ditentukan pada tanggal 30 Maret.
- Film Indonesia sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak zaman penjajahan Belanda. Film Indonesia pertama bahkan sudah dirilis di tahun 1926 berjudul Loetoeng Kasaroeng dan Lily Van Shanghai di tahun 1928. Sayangnya, meski menghadirkan banyak aktor lokal, dua film tersebut disutradarai oleh orang asing dan mencerminkan adanya dominasi Belanda dan Tiongkok.
- Tanggal 30 Maret adalah hari di mana pengambilan gambar film darah dan doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai Usmar Ismail, pribumi pelopor perfilman Indonesia.
- Jasa Usmar Ismail yang besar pada ranah perfilman membuatnya dikenang dalam salah satu ajang penghargaan bagi insan perfilman di Indonesia: Usmar Ismail Awards.
- Selama 1950-1970, Usmar Ismail telah menghasilkan 33 film layar lebar dan sukses mendirikan Perfini (Pusat Perfiman Nasional Indonesia).
- Usmar Ismail meninggal pada usia yang belum genap 50 tahun karena pendarahan pada otak.
- Karya Usmar Ismail yang sering disebut-sebut adalah film Tiga Dara (1956) yang pada 11 Agustus 2016 versi restorasinya ditayangkan kembali di bioskop-bioskop Indonesia. Tiga Dara seringkali dianggap sebagai salah satu film terbaik Usmar Ismail.
Begitulah rincian mengenai hari film nasional. Dunia film yang terus berkembang sekarang ini, terlebih di Indonesia, tidak dapat lepas dari peran Usmar Ismail. Alangkah pantas, apabila Usmar Ismail memperoleh sebutan bapak perfilman Indonesia.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “Seluk-Beluk Hari Film Nasional, Coba Perhatikan!”
Pingback: 5 Tempat yang Menyediakan Takjil Gratis di Yogyakarta -