Siapa tidak mengenal Ki Hajar Dewantara? Rasa-rasanya tidak mungkin bagi orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, tidak tahu nama tersebut. Ki Hajar Dewantara terkenal dengan sebutan Bapak Pendidikan Nasional merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Nama asli Ki Hajar Dewantara yaitu Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Tahun 1922 namanya menjadi Ki Hajar Dewantara hingga selanjutnya sebagai Soewardi atau KHD.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya. Bagaimanakah citra manusia di Indonesia berdasarkan konsepsi pendidikan Ki Hajar Dewantara?
- Manusia Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan berkarakter. Artinya, pendidikan terarahkan untuk meningkatkan citra manusia di Indonesia menjadi berpendirian teguh untuk berpihak pada nilai-nilai kebenaran.
- Manusia Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas kognisi (tahu banyak dan banyak tahu) dan kecerdasannya itu membebaskan dirinya dari kebodohan dan pembodohan dalam berbagai jenis dan bentuknya (misalnya: karena rekayasa penjajah berupa indoktrinasi).
- Manusia Indonesia yang mengalami kemajuan pada tataran fisik atau tubuh adalah yang tidak semata sehat secara jasmani, tapi lebih-lebih memiliki pengetahuan yang benar tentang fungsi-fungsi tubuhnya dan memahami fungsi-fungsi itu untuk memerdekakan dirinya dari segala dorongan ke arah tindakan kejahatan.
Dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, metode pendidikan yang cocok adalah tidak memakai syarat paksaan. Sebab orang Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur. Suatu bangsa yang hidup dalam nilai-nilai tradisional berupa kehalusan rasa, kasih sayang, cinta kedamaian, ketertiban, kejujuran, serta sopan dalam tutur kata dan tindakan.
Dengan landasan keyakinan nilai-nilai tersebut, Ki Hajar Dewantara meyakini pendidikan yang khas Indonesia haruslah berdasarkan citra nilai Indonesia juga. Maka ia menerapkan tiga semboyan pendidikan yang menunjukkan kekhasan Indonesia, yakni :
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Artinya seorang guru adalah pendidik yang harus memberi teladan. Ia pantas digugu dan ditiru dalam perkataan dan perbuatannya.
2. Ing Madya Mangun Karsa
Artinya seorang guru adalah pendidik yang selalu berada di tengah-tengah para muridnya dan terus-menerus membangun semangat dan ide-ide mereka untuk berkarya.
3. Tut Wuri Handayani
Artinya seorang guru adalah pendidik yang terus-menerus menuntun, menopang dan menunjuk arah yang benar bagi hidup dan karya anak-anak didiknya.
Sumber bacaan :
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “Sekilas Pandang Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara”
Pingback: 7 Istilah Keterangan Waktu dalam Bahasa Indonesia, Cek! -