Sebaiknya Hindari Turunan Makna Kontra seperti Melawan, Menentang, Tidak Setuju, dan Beda Pendapat. Bahaya! Pilih Saja “Dikontrakkan”

Pernah nggak, sih, melihat banner di depan rumah, toko, atau cewek/cowok ruko bertuliskan: Dikontrakan hubungi 08xxxxxxxxx.

Walaupun kita tahu maksudnya bahwa rumah dan kawan-kawan tersebut disewakan, tapi kadang suka bertanya-tanya. Sudah betulkah penulisan ‘dikontrakan’?

Kalau merujuk ke dalam arti sewa, kata dasarnya adalah kontrak. Dalam lema kedua KBBI, kontrak artinya persetujuan yang bersanksi hukum antara dua pihak atau lebih untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan.

Bila bermaksud disewakan, kata kontrak mestinya di beri awalan di- dan akhiran -kan. Huruf k ditulis double. Jadi, “dikontrakkan”.

Beda lagi dikontrakan. Kata dasarnya kontra. Masak rumah, toko, dan ruko ditentangkan, dilawankan. Menentang dan melawan kan tanda tidak setuju. Padahal urusan sewa-menyewa adalah persetujuan kedua belah pihak.

Boleh jadi nggak laku-laku rumahnya karena hanya karena salah tulis. Hal yang perlu dilakukan adalah, pertama, menulis dengan benar kata “dikontrakkan”. Kedua, hindari kata kontra. Sekarang kata-kata yang berbau melawan, tidak setuju, atau beda pendapat misalnya kepada pemerintah, kekuasaan, oligarki, kapitalis, bisa membahayakan diri.

Kalau sawah, ladang, tanah kamu ada yang mau mencaplok dibeli, bilang saja dikontrakan, eh, dikontrakkan. Eh, bukan, “pro”.

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *