penulisan ramadan

Penulisan Ramadan yang Benar, Beserta Kosakata Lain Seputar Ramadan

Penulisan Ramadan yang Benar, Beserta Kosakata Lain Seputar Ramadan – Pada bulan Ramadan, jika dirunut cukup banyak kosakata yang berkaitan dengan seputar ibadah. Banyak orang ketika menuliskan berbagai kosakata tersebut, masih mengalami kesalahan. Atau dengan kata lain tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kita masih mendapati orang yang menulis kata “tarawih” dengan “taraweh”. Kemudian kata “kurma” dengan “korma”. Apakah kesalahan penulisan dari suatu kosakata merupakan suatu kefatalan? Jika bandingannya untuk penulisan pada sesuatu yang resmi, mungkin akan fatal. Namun, apabila ditulis hanya untuk berkomunikasi dalam ruang lingkup tidak resmi, mungkin tidak akan menjadi masalah. Artinya tidak terjadi kesalahpahaman. Akan tetapi, terlepas dari itu, akan lebih baik jika menganut aturan penulisan yang ada.

Artikel ini mencoba memberikan wawasan mengenai penulisan “Ramadan” yang benar, juga beserta kosakata lain yang masih berhubungan dengan “Ramadan”. Bagaimana penulisan yang benar. Berikut beberapa penulisan kosakata yang benar beserta contoh yang salah.

  • Teraweh (x)

Tarawih (v)

  • Saur (x)

Sahur (v)

  • Ta’jil (x)

Takjil (v)

  • Ramadhan (x)

Ramadan (v)

  • Tausiyah (x)

Tausiah (v)

  • Idul fitri (x)

Idulfitri (v)

  • Imsakiyah (x)

Imsakiah (v)

  • Jakat (x)

Zakat (v)

Nah, itulah beberapa contoh Penulisan Ramadan yang Benar, Beserta Kosakata Lain Seputar Ramadan. Kita masih sering mendapati kosakata di atas yang penulisannya salah. Alangkah baiknya, apabila ketika kita sudah mengetahui mana yang benar, kita menggunakan yang benar, walaupun itu hanya kita gunakan dalam percakapan atau komunikasi yang tidak resmi. Mengapa? Sebab kita merupakan pelestari bahasa Indonesia. Jadi kalau bukan kita yang merawatnya, siapa lagi?


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *