penulisan ke

Penulisan Ke, Kapan Disambung Kapan Dipisah?

Sama seperti penulisan di dan pun, penulisan ke juga mengundang kebingungan. Pertanyaan yang sering muncul, penulisannya digabung atau dipisah, dengan suatu kata yang bersangkutan? Jawabannya tentu bisa kedua-duanya, bergantung ke berfungsi seperti apa. Artikel ini mencoba menjelaskan kebingungan yang sering masyarakat umum alami.

Kesempatan tentunya penulisan ke-an-nya tidak berpisah dengan kata sempat. Apabila menulisnya berpisah, maka mempunyai menuju ke suatu tempat bernama sempat. Maka tidak usah dipertanyakan lagi. Dengan kata lain, apabila ke merupakan bagian dari sebuah kata, maka penulisannya jelas tidak terpisah.


Lalu bagaimana dengan penulisan yang terpisah dengan kata yang bersangkutan? Aturan atau panduan penulisan ke terdapat setidaknya ada tiga. Apakah kalian penasaran? Jika penasaran simak penjelasan berikut.

  1. Pertama adalah ke sebagai awalan atau imbuhan yang disertai akhiran –an, sehingga penulisannya disambung. Seperti yang sudah dicontohkan. Kesempatan merupakan salah satu contoh yang penulisannya tersambung. Kalaupun tidak diakhiri dengan –an, tulisannya tetap disambung dengan catatan sebagai awalan. Contoh lain: kebersamaan, kemampuan, keindahan, dll.
  2. Kedua adalah ke sebagai kata depan preposisi, maka penulisannya terpisah dengan kata yang bersangkutan. Kata depan seperti ini masuk sebagai kata dasar. Kebanyakan kata depan ditulis pada depan keterangan tempat. Misalnya ke Jakarta, ke Bantul.
  3. Ketiga adalah ke yang diikuti dengan angka. Aturan yang ketiga ini ada 2 macam cara penulisannya.
    1. Aturan penulisan yang diikuti angka adalah, maka penulisannya diikuti oleh tanda strip (-). Baru kemudian angkanya yang ditulis. Contohnya ke-7, ke-10, dll. Adapun contoh penulisannya pada kalimat: Bapak Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden ke-6.
    2. Aturan penulisan selanjutnya berupa huruf, kata ke- bisa diikuti oleh angka, tapi dalam bentuk huruf. Maka saat menjumpai penulisannya yang demikian, tidak terpisah penulisannya. Dengan catatan penyebutan tersebut untuk penulisan urutan. Namun jika kata ke- diikuti oleh angka dengan huruf yang menjelaskan dua hal, tiga hal, tiga tempat, dan sebagainya, artinya ke- bukan bermakna angka yang berurutan. Ayah pergi ke tiga pantai dalam dua minggu.

Itulah aturan penulisan ke menurut PUEBI. Apakah masih bingung? Semoga artikel ini mampu menjadi solusi atas kebingungan Anda.


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *