Apakah kalian pernah melihat penulisan judul pada suatu kalimat? Jika melihat, mungkin kalian akan menemukan dua jenis penulisan. Ada yang ditulis dengan huruf miring, ada pula yang ditulis dengan tanda petik. Lalu yang mana yang penulisannya benar?
Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana, mengenai ketentuan penulisan judul pada kalimat, kapan harus menggunakan huruf miring, kapan harus memakai tanda petik.
Memang tidak bisa kita pungkiri, bahwa penulisan judul harus dibedakan dengan teks lain. Penerapan huruf miring atau tanda petik memudahkan pembedaan bagian judul dengan bagian lain pada kalimat.
Melansir dari narabahasa.id yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia edisi ketiga, penulisan judul pada kalimat menerapkan dua aturan penulisan judul. Judul buku, majalah, atau surat kabar ditulis dengan huruf miring, sedangkan judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku diapit tanda petik. Jadi, menurut PUEBI, ada tiga jenis judul yang ditulis dengan huruf miring dan tujuh jenis judul yang ditulis dengan diapit tanda petik.
Kemudian jika judul acara televisi, lukisan, dan podcast?
Tiga pedoman gaya terpopuler dalam bahasa Inggris adalah APA (American Psychological Association), CMS (Chicago Manual of Style), dan MLA (Modern Language Association). Ketiga pedoman itu secara umum menyepakati aturan umum huruf miring untuk judul karya panjang (koleksi) dan tanda petik untuk judul karya pendek (bagian).
Dalam rangka memudahkan memahami penulisan judul yang menggunakan huruf miring dan memakai tanda petik, maka simaklah pengelompokan berikut:
| No. | Huruf Miring | Huruf Kapital |
| 1 | Buku | Bab |
| 2 | Antologi | Puisi, Cerpen |
| 3 | Kumpulan Cerpen | Cerita pendek |
| 4 | Surat Kabar | Berita |
| 5 | Majalah | Artikel |
| 6 | Jurnal Ilmiah | Makalah Ilmiah |
| 7 | Album Lagu | Lagu, Single |
| 8 | Acara Televisi | Episode |
| 9 | Siniar | Episode |
| 10 | Film | Babak/Adegan |
| 11 | Lakon | Babak/Adegan |
Meski begitu ada kaidah penulisan judul dalam PUEBI yang berseberangan dengan aturan APA (American Psychological Association), CMS (Chicago Manual of Style), dan MLA (Modern Language Association), yaitu judul film dan sinetron. PUEBI menetapkan aturan penulisan dengan tanda petik. Menurut Ivan Lanin, seharusnya sudah waktunya PUEBI menyelaraskan aturan penulisan judul dengan aturan populer internasional. Jika judul film dan sinetron ditulis dengan huruf miring, maka judul adegan, babak, dan episode bisa menggunakan tanda petik.
Begitulah penulisan judul dalam kalimat yang benar. Semoga artikel ini menambah wawasan untuk kalian dan menginspirasi!
Referensi:
https://beritagar.id/artikel/tabik/penulisan-judul-dengan-huruf-miring-dan-tanda-petik
narabahasa.id/inguistik-umum/ejaan/judul-dalam-kalimat-huruf-miring-atau-tanda-petik
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





