Jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia kausal artinya bersifat menyebabkan suatu kejadian. Sementara itu kausalitas adalah perihal kausal; perihal sebab akibat.
Konjungsi kausalitas adalah sebuah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, dan kalimat yang sifatnya saling memberi sebab-akibat.
Konjungsi klausalitas termasuk konjungsi koordinatif, yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih sebab kedudukannya yang tidak sederajat.
Jenis konjungsi ini dapat diletakkan di awal kalimat atau di antara klausa yang dihubungkannya. Selain itu, konjungsi ini sedikit berbeda dengan konjungsi lainnya. Sebab, fungsinya tidak hanya menghubungkan klausa, tapi juga kata.
Nah, apa saja jenis-jenis konjungsi klausalitas? Berikut jenis konjungsi klausalitas seperti dikutip dari situs kumparan.com!
1. Konjungsi Kausal Syarat
Konjungsi ini saling menyatukan akibat dan sebab dengan menerapkan syarat untuk terjadinya akibat tersebut. Jenis konjungsi ini dapat ditandai dengan kata jika, kalau, dan bila.
Contoh kalimat dari konjungsi kausal syarat, yaitu: Kalau kemarin siang kamu datang tepat waktu, mungkin kamu tidak akan mendapat hukuman.
2. Konjungsi Kausal Alasan
Konjungsi ini menyebutkan adanya alasan atau penyebab dari suatu kejadian yang menimbulkan akibat. Penandaan konjungsi ini dengan kata karena.
Contohnya: Adi terlambat karena ban sepedanya bocor.
3. Konjungsi Kausal Simpulan
Konjungsi Kausal Simpulan biasanya memuat suatu kesimpulan dari adanya sebab dan akibat. Penandaan konjungsi ini dengan kata demikian dan jadi.
Contohnya: Dengan demikian, kakak bisa mengendarai sepeda motor setelah berlatih satu minggu.
4. Konjungsi Kausal Akibat
Konjungsi ini memuat akibat yang terjadi sehingga menimbulkan sebab. Kata yang biasa digunakan dalam konjungsi akibat adalah oleh sebab itu, sehingga, oleh karena itu, dan makna.
Contohnya: Jumlah penderita yang terjangkit virus semakin meningkat. Oleh sebab itu, kita harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
5. Konjungsi Kausal Untuk
Konjungsi jenis ini digunakan untuk menyatakan suatu sebab yang membentuk akibat. Jenis konjungsi kausal ini ditandai dengan kata agar dan untuk itu.
Contohnya: Para murid diminta untuk belajar dari rumah agar menghindari penyebaran virus semakin bertambah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan beberapa kata yang termasuk dalam konjungsi kausalitas adalah “sebab”, “karena”, “oleh sebab itu”, “oleh karena itu”, “jika”, “akibatnya”, dan “sehingga”.
Banyak orang bertanya bagaimana dengan kata “menyebabkan”? Apakah termasuk dalam contoh konjungsi kasualitas?
Kata “menyebabkan” bukan termasuk dalam konjungsi kausalitas atau jenis konjungsi lainnya. Hal itu karena kata ‘menyebabkan’ termasuk jenis turunan dari kata sebab yang notabene adalah kata benda.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





