Adverbia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat, misalnya sangat, lebih, enak.
Secara umum, advervia digunakan sebagai pewatas (pembatas). Coba kalian perhatikan contoh berikut:
- Paman baru tiba di Jakarta
Contoh di atas adverbia baru menjadi pewatas untuk tiba.
Sementara itu mengutip Moeliono via narabahasa.id, berdasarkan perilaku semantisnya adverbia dapat digolongkan menjadi delapan macam. Berikut keterangannya.
1. Adverbia Kualitatif
Adverbia ini digunakan untuk menyatakan makna yang berhubungan dengan derajat, tingkat, atau mutu.
- Udin paling suka minum kopi.
- Nilai ujian matematika anak saya sangat bagus.
2. Adverbia Kuantitatif
Berbeda dengan adverbia kualitatif, jenis ini menyatakan makna yang berhubungan dengan jumlah.
- Jangan banyak minta!
- Biaya yang ia keluarkan untuk perjalanan ini tidaklah sedikit.
3. Adverbia Limitatif
Adverbia ini bertujuan untuk menyatakan makna yang berhubungan dengan pembatasan.
- Vaksin hanya untuk orang kaya.
- Kami di rumah saja sewaktu tahun baru nanti.
4. Adverbia Frekuentatif
Adverbia frekuentatif menyatakan makna yang berhubungan dengan kekerapan.
- Kami selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama-sama.
- Indah sering lupa akan hari ulang tahunku.
5. Adverbia Kewaktuan
Adverbia kewaktuan menyatakan makna yang berhubungan dengan terjadinya suatu peristiwa.
- Aku baru mengerti maksudmu selama ini.
- Kita harus segera berangkat.
6. Adverbia Kecaraan
Adverbia ini menyatakan makna yang berhubungan dengan proses terjadinya suatu peristiwa.
- Aku diam-diam mengamatinya dari jauh.
- Badrun akan menyusul secepatnya.
7. Adverbia Kontrastif
Adverbia kontrastif adalah adverbia yang menyatakan pertentangan dengan hal atau makna kata yang disampaikan sebelumnya.
- Sungguh saya tidak tahu apa-apa. Bahkan kalau kamu tidak minta, saya tidak akan datang ke sini.
8. Adverbia Keniscayaan
Adverbia ini adalah adverbia yang menyatakan hubungan makna dengan kepastian akan terjadinya hal atau peristiwa.
- Kita pasti bisa melewati masa-masa sulit ini.
- Kita tentu tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang merugikan rakyat.
Nah, itulah jenis-jenis adverbial dalam bahasa Indonesia menurut perilaku semantisnya. Bagaimana? Apakah artikel ini cukup informatif? Semoga bermanfaat.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





