Fokus penulis bergeser pada bagaimana cara menulis dengan baik sehingga menghasilkan karya yang berkualitas
Bung Jep
Hari ini Bung Jep merasa menerbitkan buku makin dipermudah, apalagi kalau kamu punya duit dan wajib ‘ain adalah naskah. Menerbitkan lho, ya, bukan menulisnya. Menulis adalah suatu proses yang lain. Seperti di artikel sebelumnya, Bung Jep pernah bilang; diakui atau tidak, menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Bukan berarti mutlak sulit. Bukan. Menulis dalam satu sisi adalah sebuah keterampilan yang terus-menerus harus dilatih.

Ketika proses menerbitkan makin dimudahkan, tanggung jawab utama penulis adalah menulis, menyiapkan naskah. Dalam hal ini sangat tergantung kepada penulis untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Sebab, dalam wilayah ini, penerbit berkedudukan sebagai penyedia jasa. Memang, sebagian penerbit alternatif yang tumbuh subur memiliki semacam ideologi, karakter maupun ciri khas yang “diperjuangkan”. Namun, kita tak tahu sepenuhnya apakah selain menerbitkan buku-buku yang sesuai dengan ideologi maupun kriteria, mereka tetap menerbitkan buku yang notabene “biasa aja”.
Penerbit memang memiliki andil atas kualitas sebuah karya yang diterbitkan. Namun, ia tak sendiri, bukan satu-satunya. Yang utama adalah si penulis. Berdasarkan pembacaan Bung Jep dari beberapa catatan, di mana pun buku kamu terbit, entah di penerbit mayor atau penerbit indie, tidak sepenuhnya memengaruhi kualitas karya. Faktor yang memengaruhi adalah kualitas karya itu sendiri. Balik ke penulis lagi.
Dulu, sebelum ada sistem Print on Demand (PoD), mungkin penulis bingung menerbitkan buku. Mungkin sudah tahu, tetapi harus melewati proses yang panjang, dan mungkin pula tak jarang ujungnya ditolak oleh penerbit. Kini fokus penulis Bung Jep rasa bergeser pada bagaimana cara menulis dengan baik sehingga menghasilkan karya yang berkualitas. Mungkin pula yang sedang terjadi adalah merayakan akses literasi, dalam konteks ini mudahnya menerbitkan buku, sehingga aspek kuantitas memang menonjol. Kuantitas tersebut pada akhirnya akan terseleksi oleh waktu/alam.
Menerbitkan buku menjadi tahapan yang mudah dengan hadirnya penerbit-penerbit yang menyediakan jasa cetak PoD. Para penulis bisa mengendalikan secara penuh naskahnya sendiri, mulai dari editing, layout, sampul, ukuran, oplah, waktu terbit, dan pemasarannya. Semua dapat disesuaikan dengan si penulis dengan mudah.
Akan tetapi, kemudahan menerbitkan, seperti yang telah Bung Jep sampaikan di awal, tidak sama dengan menulis. Menerbitkan itu mudah, menulis tidak. Sama dengan tulisan Bung Jep kali ini, seperti pepatah Esperanto yang berbunyi; wit gedhang awoh pakel, ngomong gampang, nglakoni angel.





