Jatuh cinta kadang membuat seseorang tampak bodoh, nalarnya tersendat dan berbuat apa pun demi yang dicintai.
Bung Jep
Di artikel sebelumnya, Bung Jep pernah bilang soal patah hati dengan buku. Sesuatu yang ga mengenakan tentunya. Apalagi patah hati dengan penerbit (duh, berat), tapi dijamin tidak jika dengan penerbit murah dan bersahaja seperti Bung Jep ini. Kali ini mari kita move on, mari merayakan jatuh cinta kepada buku dengan bahagia.
Diakui atau tidak, jatuh cinta kadang membuat seseorang tampak bodoh, nalarnya tersendat dan berbuat apa pun demi yang dicintai. Begitu pula seseorang yang jatuh cinta dengan buku. Mereka bisa melakukan apa saja demi menemui dan mendapatkan buku yang diinginkan. Berikut ada dua tipe mencintai buku. Kira-kira kamu yang mana?
Pertama, kalau kamu niat banget dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan buku, nah kamu masuk tipe bibliofil. Misalnya, kamu rela makan apa adanya atau bahkan sama sekali ga makan demi membeli buku. Atau uang untuk kuota dipakai beli buku, rela ngutang dulu dan seterusnya. Kamu lebih mengutamakan buku daripada pacar. Seperti kata mutiara ini: buku dulu baru kamu. Bibliofil sendiri dibagi jadi dua, pertama, kolektor yang bertekad mengumpulkan edisi-edisi langka. Kedua, para kutu buku yang melahap bacaan dengan rakus, yang sepanjang umurnya membangun koleksi perpustakaan.
Bibliofil masih dalam tahap wajar, walau kadang dengan cara tidak biasa dalam memperoleh buku. Berbeda dengan orang yang ingin mendapatkan buku tapi dengan cara kriminal. Pecinta buku semacam ini disebut bibliocrime. Caranya bermacam-macam, ada yang mencuri di toko buku, di perpustakaan kampus maupun umum, dan perpustakaan pribadi. Sampai segitunya, lho. Namanya juga cinta, ya. Kalau menurut Bung Jep, tak jadi soal kalau ga ketahuan. Daripada buku-buku dengan harga mahal, teronggok, padahal penting, padahal banyak orang di luar sana yang pengen baca buku. Bukankah cara itu menarik ketika hasil jarahan dibagikan ke yang membutuhkan?
Orang-orang yang mencintai buku juga kadang terjun ke dunia yang tidak jauh-jauh dari buku. Mereka menekuni dunia penerbitan, menjadi editor, penjual buku, illustrator sampul buku, peresensi, dan sebagainya. Selain itu, pecinta buku sering sebagai penulis. Ga mungkin dong suka nulis tapi ga suka baca.
Jadi, kamu tipe yang mana, bibliofil atau bibliocrime. Atau kamu malah belum suka buku dan membaca? Duh, bahaya. Kata Mbak Nana aja kita hanya perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Lah, kamu mantan saja sudah banyak.





