“Bayangkanlah, betapa dingin dan angkernya kehidupan tanpa cinta, apa pun jenis cinta itu.”
Muhidin M. Dahlan
Apa hubungannya kutipan di atas dengan judul tulisan ini. Makanya jangan terbiasa membaca bagian awal saja dalam sebuah tulisan, jadi tidak tersesat. hehehe, kok Bung Jep jadi sok-sokan gini ya. Maafkan.
Mari dimulai. Hari ini, kita telah berada dalam pusara arus serba dimudahkan yang sebagian besar difasilitasi perkembangan tangan gaib teknologi. Berkatnya, semua sektor industri tumbuh dengan subur, tidak terkecuali dunia buku. Penerbit buku di Indonesia lahir begitu sporadis. Kini, dunia buku tidak lagi didikte oleh penerbit yang berada di kota-kota besar. Ini kabar baik tentunya bagi para penulis, mereka semakin banyak memiliki alternatif ketika hendak mempublikasikan anak-anak intelektualnya. Kabar buruknya? konon sekarang banyak tulisan-tulisan tidak berkualitas yang telah terbit menjadi buku akibat kejar setorannya para penerbit dan tanpa sistem kurasi terhadap konten calon buku.
Ya, begitulah dunia nyata, selalu ada dua sisi; baik dan buruk, karena mereka adalah anak kandung kebudayaan (ceilah apaan ini). Mereka akan selalu ada, seperti orang-orang menyebalkan dalam dunia buku yang perlu kalian ketahui. Pertama, orang yang kerap hanya dapat sinis ketika teman atau orang lain yang bukunya telah terbit. Yang keluar dari mulutnya hanya cemooh atawa umpatan serapah dalam menanggapi buku teman atau orang lain itu tanpa dasar pijakan berpikir yang jelas.
Kedua, orang yang menanggapi isi buku karya teman atau orang lain sebagai mudah belaka untuk dilakukan. Bahkan tipe orang ini lazimnya juga mengklaim dapat menerbitkan ratusan judul buku dengan konten serupa. Akan tetapi ia tak kunjung menulis hal yang sulit.
Ketiga, orang yang melarang peredaran buku karena isinya dianggap membahayakan; memprovokasi, menghasut dan mengganggu (monopoli) ketertiban umum. Hadeh, biasanya sih ini orang-orang dari pem…….. pemerhati buku maksud Bung Jep.
Keempat, orang yang selalu antusias jika buku karya teman atau orang lain terbit, ia ingin segera membaca dan memiliki bukunya namun dengan cara gratisan atau membelinya di toko buku bajakan. Celakanya orang model gini konon tidak sedikit.
Tipe-tipe orang di atas meskipun menyebalkan, jangan diabaikan. Karena apa yang mereka lakukan adalah sebuah perhatian yang lahir dari cinta, walau bukan jenis cinta pada umumnya. Ingat, tanpa orang menyebalkan, dunia akan pincang, hahaha!





