Kita setidaknya harus melindungi buku dari tiga hal; orang-orang yang tak mau membacanya, oknum yang ingin membajak, dan sesuatu yang membuatnya basah.
Bung Jep
Buku merupakan insan yang rentan, rapuh, dan perlu perhatian, seperti dirimu ketika gebetan tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan keterangan yang jelas. Kita setidaknya harus melindungi buku dari tiga hal; orang-orang yang tak mau membacanya, oknum yang ingin membajak, dan sesuatu yang membuatnya basah. Baik dari air yang jamak kita kenal maupun air matamu yang jatuh ketika ditinggal nikah sama dia.
Menghindari Buku Basah
Namun, Bung Jep tak ingin membahas dua hal yang disebut di awal. Tulisan ini akan membahas cara menghindari dan mengatasi buku basah dengan mudah. Ada beberapa cara agar buku kita terhindar dari kebasahan. Pertama, jika kamu membaca buku di meja, pastikan menggunakan meja khusus. Bukan meja makan, atau meja saat kamu nongkrong di kafe. Karena sering meletakkan makanan dan minuman di atas meja, air biasanya tertinggal di sana. Apalagi dari gelas yang berkeringat. Kita sering tak menyadarinya.
Kedua, kadang ada orang yang membaca di toilet sambil BAB. Orang-orang semacam ini mungkin sudah gila baca, memanfaatkan waktu luang, atau sekadar mengalihkan perhatian karena phobia sama kotoran sendiri (automysophobia). Sayangnya belum banyak toilet yang pure memakai tisu. Bukan berarti kamu bisa inisiatif menyobek bukunya lho, ya. Jadi, harus hati-hati ketika meletakkan maupun memegang bukunya. Salah-salah bisa tercebur ke bak mandi atau malah masuk ke closed.
Ketiga, berhubung masih hujan, meski tak intens, sebaiknya harus hati-hati ketika membawa buku keluar rumah. Pastikan buku berada di tas yang anti basah. Kalau tas kamu biasa aja, ya bisa menyelimuti dengan rain cover, atau membungkus buku dengan plastik. Tidak apa-apa ribet sedikit.
Keempat, simpan buku di tempat yang tidak lembab, tapi tidak juga di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung. Pastikan pula atap rumah kamu tidak bocor. Bisa berabe, selain buku bisa basah, tidur pun tak nyenyak.
Mengatasi Buku Basah
Terus gimana seandainya buku terlanjur basah? Tenang, kamu sekali-kali membuka lembaran buku yang basah. Kertas yang saling menempel-berpelukan dalam keadaan basah sangat rapuh dan mudah robek. Yang harus dilakukan adalah menyingkirkan air dari sampul menggunakan tisu. Tisu mudah menyerap air. Kemudian letakkan beberapa lembar tisu di area kering dan berdirikan buku di atasnya. Tujuannya biar air menetes ke bawah dan terserap tisu. Setelah air tidak terlalu menetes, selipkan lagi tisu ke lembaran yang masih mudah dibuka. Pastikan sirkulasi angin terjaga. Kalau Bung Jep pernah pakai kipas angin. Ada alternatif yang bisa kamu coba, yaitu menjemur buku di bawah terik matahari. Buku yang sudah terlanjur basah butuh waktu cukup lama kembali kering, sama dengan lukamu, ye, kan?
Jadi, bersabarlah. Orang mbribik dia aja bisa, masak nunggu buku kering enggak.





