kehadirat

Penulisan yang Benar, “kehadirat” atau “ke hadirat”? Berikut Selengkapnya!

Tentu kalian pernah membaca kata pengantar pada suatu buku. Atau kalau tidak kalian pernah membaca teks pembukaan pidato atau bahkan naskah pembukaan sebuah acara. Dalam teks atau naskah biasanya diawali dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan, yang mana ada embel-embel kata “Kehadirat”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, hadirat mempunyai tiga arti. Pertama artinya hadapan. Kedua, yang mulia (dipakai di dalam sastra lama untuk orang yang dimuliakan). Ketiga adalah semua yang hadir (perempuan).

Tahukah kalian ternyata penulisan yang kalian jumpai masih banyak terjadi kesalahan. Kebanyakan orang menulis kehadirat adalah “kehadirat”. Padahal penulisan tersebut salah. Mengacu pada KBBI, seharusnya penulisannya adalah dipisah “ke hadirat”. Mengapa?

Sebab “hadirat” sendiri menunjukkan tempat, mengacu pada pengertian yang pertama. Konteks dalam pembukaan acara, pidato, dll, konteks yang digunakan adalah pada arti yang pertama. Fungsi ‘ke’ bukan imbuhan melainkan kata depan yang fungsinya untuk menunjuk tempat. Karena bukan imbuhan maka penulisannya harus dipisah dari kata yang diikuti.


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

1 komentar untuk “Penulisan yang Benar, “kehadirat” atau “ke hadirat”? Berikut Selengkapnya!”

  1. Pingback: Pengertian Kata Tugas dan Macam-Macamnya -

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *