Bahasa akan selalu mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut memicu bahasa asing, sehingga bagi penutur bahasa Indonesia kita harus membuat kosakata tersebut dicetak miring italic. Padahal, tanpa harus membuat italic suatu kosakata bisa dilakukan, dengan syarat menggantikan dengan kosakata bahasa Indonesia. Nah, banyak orang (penutur bahasa Indonesia) yang lebih memilih kosakata asing daripada kosakata bahasa Indonesia. Berikut contoh kata asing yang sebenarnya bisa digantikan dengan bahasa Indonesia.
1. Gawai
Biasanya kosakata gawai menggantikan kata gadget. Dewasa ini dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kita semakin mendengarkan seseorang mengucap kata gadget dalam penyebutan hp. Gawai menurut KBBI edisi 5 artinya kerja; pekerjaan; alat; perkakas; peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis.
2. Pelantang
Kata pelantang menggantikan kata microphone dan speaker. Dewasa ini kita rasa-rasanya jarang menyebut speaker menggunakan kosakata pelantang. Pelantang sendiri berasal dari kata lantang. Kata pelantang berada pada kelas nomina. Menurut KBBI edisi V pelantang berarti alat untuk melantangkan suara.
3. Pranala
Kata pranala biasanya menggantikan sebutan asing hyperlink dan link. Penyebutan link cenderung lebih singkat dan kekinian. Saat berkomunikasi lewat media sosial, kita pada suatu kesempatan meminta suatu pranala, pasti kita akan menyebutnya sebagai link. Sinonim pranala sendiri adalah tautan.
4. Utas
Dalam wilayah sosial media, banyak sekali situs yang mempunyai forum dan thread. Namun untuk menggantikan forum dan thread, bisa menggunakan kata utas. Dalam KBBI edisi V utas berarti mahir; pandai; orang; tali (untuk merangkaian dan sebagainya); kata penggolongan untuk barang yang panjang (seperti tali, benang).
5. Pramusiwi
Supaya kekinian, penyebutan orang yang merawat bayi adalah babysister. Padahal kata tersebut sama artinya dengan kata pramusiwi, sehingga dalam penulisan tidak perlu menggunakan italic. Pramusiwi menurut KBBI edisi V berarti wanita yang bekerja pada suatu keluarga dengan tugas merawat bayi atau anak-anak kecil keluarga yang bersangkutan; pengasuh anak.
6. Swafoto
Bagi kalian yang gemar berfoto mungkin tidak asing dengan kata swafoto. Swafoto menurut KBBI edisi V berarti potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera ponsel atau kamera digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial.
Itulah beberapa kata asing yang sebenarnya bisa menggunakan bahasa Indonesia. Kita sebagai penutur bahasa Indonesia, sebaiknya mengutamakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “6 Kosakata Bahasa Asing yang Sebenarnya Bisa Digantikan dengan Bahasa Indonesia”
Pingback: Aturan Penggunaan Tanda Baca Garis Miring (/), Penjelasan dan Contohnya -