Kita tidak bisa memungkiri bahwa cover menjadi komponen paling penting dalam dunia perbukuan. Mengapa bisa demikian? Jawabannya sangat sederhana, cover adalah bagian pertama yang kita lihat dari sebuah buku. Artinya cover bisa menjadikan salah satu faktor, seorang pembaca/pembeli, membeli/tidaknya sebuah buku. Lalu dalam benak kita mungkin akan muncul sebuah pertanyaan, bagaimana jika covernya tidak menarik?
Tentu saja masih ada kemungkinan seseorang akan membeli/membaca, walaupun cover tersebut tidak menarik, sebab masih ada faktor lain, seperti sinopsis buku, testimoni, dll. Untuk itu, akan dijelaskan terkait membuat cover buku yang menarik.
Warna
Sebuah buku semestinya memiliki sebuah inti atau tema yang besar. Nah supaya buku kita menjadi menarik, gunakannya hal tersebut untuk dasar menentukan warna cover buku, sehingga bisa mengundang nuansa tersendiri dalam buku tersebut. Dengan begitu warna yang tersaji akan mengantarkan emosi pada pembaca. Supaya tepat dalam penentuan warna, ada baiknya kita mempelajari terlebih dulu makna suatu warna.
Objek
Penentuan objek juga tidak kalah pentingnya dengan warna. Objek sering dijadikan sebagai sudut pandang dari sebuah buku, sehingga buku tersebut menarik. Objek yang ada dalam cover biasanya memiliki nilai seni dan keindahan, sehingga peluang untuk digaet pembaca semakin besar.
Font
Kemudian komponen penting selanjutnya setelah subjek adalah font. Memilih font memang cukup sulit, sebab jenis-jenis font yang begitu banyak jumlahnya. Dalam memilih font juga harus melihat jenis buku. Agar kita lebih mudah menentukan font, maka kita bisa melihat buku yang sudah ada untuk kita jadikan perbandingan.
Fotografi
Beberapa buku menggunakan fotografi sebagai gambarnya, sebab lebih mewakili isi buku. Tentunya ini tidak ada salahnya. Tapi penggunaan fotografi ini juga harus cermat, jangan sampai penggunaan fotografi justru membuat pembaca tidak tertarik, karena penempatan fotografi yang kurang tepat.
Tagline
Selain judul, untuk menarik pembaca/pembeli, beberapa buku ada tagline (baca: sebagian buku nonfiksi menggunakan tagline). Tagline terkadang juga berfungsi sebagai upaya penegasan terhadap judul, sehingga pembaca/pembeli tergugah. Tagline biasanya menggunakan font yang lebih kecil.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





