penulis muslim perempuan

5 Penulis Perempuan Muslim Inspiratif, Nomor Tiga Wafat Tahun 2021

Dunia sastra terus menggeliat. Filsuf, cendekiawan, dan sastrawan terus menuangkan pemikirannya melalui media tulisan. Tentunya perempuan mengambil perannya di dalamnya; mengekspresikan karya-karyanya melalui tulisan. Di Indonesia begitu banyak pengarang perempuan di antaranya Dewi Lestari, Ayu Utami, Ika Natassa, dll. Lantas bagaimana di negara lain? Siapa saja penulis perempuan muslim inspiratif dan karya besarnya? Berikut 5 penulis perempuan muslim yang inspiratif seperti dikutip dari kumparan.com dan wikipedia.com:

1. Aisyah Al-Bauniyyah (meninggal tahun 1517 M)

Nomor pertama adalah seorang sufi yang masih sangat sedikit tulisannya berbahasa Indonesia seperti yang dikatakan oleh seorang penerjemah salah satu bukunya dalam sebuah wawancara tahun 2014, Aisyah merupakan satu dari sedikit penulis pra modern yang juga menulis puisi dan karya ilmiah (kumparan.com). Ia merupakan penulis perempuan produktif pada masanya. Salah satu buah pemikirannya yang terkenal adalah “Prinsip-prinsip Sufisme”.

2. May Ziadeh (1886-1941)

Pengarang yang satu ini lahir di Nazareth pada 11 Februari 1886, meninggal pada  tahun 1941. Ia merupakan penerjemah Lebanon-Palestina, penyair, dan esais. Tulisannya dalam bahasa Arab bisa dijumpai pada masanya.

3. Nawal As-Sa’dawi (1931-2021)

Ia lahir pada 27 Oktober 1931 dan meninggal dunia pada 21 Maret 2021. Ia merupakan seorang penulis dari mesir. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah sebuah novel Perempuan di Titik Nol. Pada tahun 2004, ia memenangkan North–South Prize dari Majelis Eropa. Pada tahun 2005, ia memenangkan Penghargaan Internasional Inana di Belgia, dan pada tahun 2012, Biro Perdamaian Internasional menganugerahinya Penghargaan Perdamaian Seán MacBride 2012.

4. Fatima Mernissi (1940-2015)

Ia merupakan seorang penulis yang lahir di Maroko pada tahun 1940 dan wafat pada tahun 2015. Karya sosiolog-nya yang paling terkenal adalah “The Veil and the Male Elite: A Feminis Interpretation of Islam” penuh dengan kontroversi dan mendapat larangan terbit pada negara Maroko, Iran, dan negara-negara Arab di Teluk Persia. Buku ini menganalisis secara kritis hukum dan tradisi Islam. Dia menyebutkan pesan asli Nabi Muhammad SAW tentang kesetaraan gender telah berubah secara sengaja oleh para pemimpin politik selama bertahun-tahun.

5. Dunya Mikhail (1965-sekarang)

Dunya Mikhail adalah seorang jurnalis serta penulis berbagai jenis karya sastra, seperti biografi, puisi, dan memoar. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul “The Beekeeper: Rescuing the Stolen Women of Iraq”, terbit pada tahun 2018 dan sukses mencuri perhatian banyak orang.


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *