konversi buku

Tips Konversi Skripsi, Tesis, dan Disertasi Menjadi Buku

Dewasa ini istilah konversi dalam dunia penerbitan semakin akrab di telinga. Mudahnya langkah atau proses dalam penerbitan menjadi salah satu faktor, mengapa konversi menjadi begitu sering terdengar. Konversi berarti mengubah skripsi, tesis, disertasi, atau karya ilmiah jenis lainnya.

Alasan yang sering terdengar adalah, beberapa akademisi ingin meraih kepuasan pribadi. Maksudnya, akademisi tersebut telah dapat mempublikasikan kepada khalayak umum, tentu saja dengan pengubahan-pengubahan tertentu dalam karyanya, sehingga orang mudah memahaminya. Selain kepuasaan, biasanya tujuan lain adalah untuk meningkatkan jenjang karir seorang akademisi, mengingat salah satu unsur penilaian angka kredit dosen adalah mempublikasikan karya ilmiah.

Hanya saja untuk mengubahnya menjadi buku, harus melalui proses yang rumit, sulit, dan memakan waktu. Nah untuk itu, ada beberapa tips yang akan memudahkan dalam pengerjaan konversi. Berikut penjelasannya:

  • Mengubah Judul

Mengubah judul menjadi langkah pertama yang sangat penting. Judul karya ilmiah yang kaku akan membuat pembaca (baca: khalayak umum) tidak tertarik, apalagi ada istilah-istilah yang berhubungan dengan teori. Maka ubahlah judul karya ilmiah menjadi lebih sederhana, tapi tetap menyajikan sisi menarik.

  • Mengambil Pokok Bab 1 dan 2

Mengonversi karya ilmiah menjadi buku, biasanya akan ada pengurangan halaman, yang sebagian orang menganggap cukup signifikan. Maka yang menjadi potensial untuk mengurangi halaman adalah pada bab 1 dan 2. Mengapa? Sebab bab 1 dan 2 tidak atau hanya sedikit bersinggungan dengan data penelitian.

  • Membuat Bab 4 Menjadi Sederhana

Sering terjadi kebimbangan untuk mengompres halaman pada bab 4. Sebab apa? Bab 4 merupakan bagian hasil dan pembahasan. Jadi rasa-rasanya tidak mengkin untuk mengurangi data yang akan menjadi subjek penelitian. Maka tipsnya adalah melakukan penyederhanaan bahasa.

  • Membaca Kembali Naskah

Jika sudah selesai mengonversi, maka langkah yang tidak kalah penting adalah membaca kembali naskah. Proses editing dan revisi bisa masuk dalam tahap ini. Proses ini dapat mengurangi kesalahan menulis atau typo, serta penyesuaian pada PUEBI kata-kata yang masih belum sesuai. Harapannya, melakukan hal ini akan membuat naskah yang akan terbit menjadi buku menjadi maksimal.

  • Mengajukan ke Penerbit

Langkah terakhir adalah mengajukan naskah ke penerbit. Jika Anda menginginkan penerbitan cepat dan pasti terbit, maka sebaiknya Anda pergi ke lini penerbitan self publishing. Salah satunya Anda bisa ke Penerbit Jejak Pustaka. Penerbit Jejak Pustaka adalah penerbitan yang berbasis self publishing, dengan harga paket penerbitan yang terjangkau.

Nah, itulah tips konversi supaya penelitian yang akan terbit menjadi buku jadi maksimal. Apabila Anda malas atau sibuk tidak sempat melakukan konversi hasil penelitian, sedangkan Anda menginginkan terbit cepat, maka Anda bisa juga menggunakan jasa konversi. Penerbit Jejak Pustaka juga menyediakan jasa tersebut. Tentu saja dengan harga terjangkau. Selamat mencoba!


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *