Sejarah mesin cetak – Mesin cetak telah begitu pesat berkembang, merambah hampir pada semua sektor industri. Hal ini jelas menguntungkan sekali dalam dunia buku, khususnya penerbitan dan percetakan. Sebab apa?
Sebelum, mengetahui keuntungan yang diperoleh dari mesin cetak zaman sekarang atau terbaru, bisa disimak dulu, perkembangan mesin cetak dari zaman Guttenberg.
1. Mesin Cetak Pertama yang Diciptakan Guttenberg
Guttenberg merupakan penemu mesin cetak pertama di dunia. Penemuannya paling dikagumi saat itu. Mesin cetak buatannya telah menyumbangkan andil besar bagi dunia, untuk perkembangan-perkembangan mesin selanjutnya. Mesin cetak Guttenberg digunakan untuk mencetak bibble yang kemudian dijual dengan cukup mahal. Ia dijuluki sebagai father of printing revolution.
2. Mesin Cetak Uap
Sekitar tahun 1800-an ditemukan mesin cetak uap yang menjadi solusi percetakan pada zamannya. Mesin cetak uap menjadi generas kedua, sebagai inovasi baru atas penemuan Guttenberg. Keberadaannya sangat membantu produktivitas percetakan surat kabar maupun koran yang sedang melejit dengan pesat.
3. Printer Dot Matrix
Semakin berkembangnya zaman, kebutuhan untuk mencetak tentu meningkat pesat. Beberapa perusahaan teknologi memproduksi mesin cetak dengan keunggulannya, salah satunya Printer Dox Matrix. Mesin tersebut mulai dijual sekitar tahun 1957.
4. Printer Inkjet
Beberapa perusahaan seperti Epson, Canon, Brother, HP, dan lain-lain sudah tidak asing di telinga kita. Namun untuk skala individu, kebanyakan mesin cetak masuk dalam kategori pinter inkjet. Intinya printer inkjet berfungsi untuk melakukan pencetakan terkait dokumen invididu.
5. Mesin Cetak Offset
Beberapa tahun yang lalu jasa cetak masih menggunakan mesin cetak offset. Offset memang jadi satu alat penting dalam jasa cetak kemasan yang selama ini berjalan. Mesin cetak offset merupakan mesin yang menggunakan plate dan silinder untuk proses pemindahan desain ke media yang ingin dicetak. Saat ini mesin cetak tersebut tidak begitu direkomendasikan.
6. Mesin Cetak Digital
Terakhir adalah mesin cetak digital. Keberadaannya menggeser popularitas mesin cetak yang ada sebelumnya. Apalagi di zaman serba instan ini. Orang membutuhkan yang serba cepat dan tentu kualitas cetakannya bagus. Mesin digital memungkinkan untuk mencetak secara satuan.
7. POD
POD adalah print of demand. Apa itu POD? POD adalah mencetak dalam skala kecil. Tidak seperti offset, yang harus ada minimal 1000 buku. Sistem ini dapat melayani penulis yang membutuhkan hanya mencetak beberapa buku saja. Jadi dengan kata lain, sistem ini menghemat kantong. Bagaimana dengan kualitasnya? Tentu Anda tidak perlu meragukan.
Apakah Anda tertarik menerbitkan buku dengan sistem mencetak POD? Bila Anda punya naskah siap terbit dan Anda tidak mau menunggu lama untuk seleksi. Serahkan saja ke Penerbit Jejak Pustaka yang mempunyai paket layanan penerbitan yang bersahabat dengan kantong.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





