Berebut Napas: Perempuan Benawan dalam Kepungan Sawit

Penulis

Nikodemus Niko

Tebal

x+155 hlm, 15,5x23cm

ISBN

978-623-183-117-0

Jenis

Sosial

Rp66,000.00

Deskripsi:

Buku ini berfokus mengungkapkan bagaimana nestapa perempuan adat Dayak Benawan yang menghadapi ekspansi kelapa sawit di wilayah mereka. Mengapa berebut napas? Hutan adalah napas bagi orang Dayak. Perempuan Benawan yang dalam situasi terjepit oleh ekspansi kelapa sawit kehilangan ruang interkasi mereka dengan alam. Ruang-ruang hidup seperti ladang, kebun karet, dano dan paloh tempat mencari ikan, serta sungai sebagai sumber air mengalami keterancaman kerusakan.
Ekspansi kelapa sawit di kebun-kebun orang benawan semakin gencar. Setiap hari, tiap jengkal tanah berubah menjadi bermunculan bibit-bibit kelapa sawit. Turun’t ama, yang merupakan tempat yang dulunya sakral, kini mulai kayunya dirobohkan, tanahnya digusur untuk persiapan menanam pohon kelapa sawit. Kini, tana’k turunt tinggal cerita, turun’t ama tinggal kenangan.

Kirim Pesan
kirimkan pesan kepada admin untuk mengecek ketersediaan buku Berebut Napas: Perempuan Benawan dalam Kepungan Sawit