Berebut Emas di Bukit Giri: Politik Kebijakan Industri Perhiasan Emas Tradisional Berbasis UMKM

Penulis

Mohammad Afifuddin

Tebal

vi+83, 15,5x23cm

ISBN

978-623-8007-92-9

Jenis

sosial-Politik

Rp63,000.00

Deskripsi:

Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi perhiasan emas yang dijalankan secara tradisional berbasis industri UMKM. Buku ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perubahan struktur industri yang diinisiasi oleh para perajin perhiasan emas di Sidomukti sebagai bagian dari strategi adaptasi para perajin tersebut dalam menghadapi krisis. Krisis yang dimaksud adalah menurunnya skala industri perhiasan emas di Sidomukti serta menurunnya pendapatan yang diakibatkan fluktuasi harga emas sejak krisis moneter tahun 1997/1998.
Rumus yang berlaku adalah, harga emas di pasaran tergantung nilai kurs dolar terhadap rupiah. Semakin rendah dan semakin stabil harga emas di pasaran, semakin kondusif iklim industri perhiasan emas. Akan tetapi, sejak krisis moneter 1997/1998, harga emas di pasaran cenderung naik dan tidak stabil.
Para perajin mengubah struktur industri putting out yang sudah berlangsung selama ini, dengan memodifikasi rantai produksi yang sebelumnya berporos kepada juragan menjadi lebih fleksibel. Caranya para perajin tidak lagi menggantungkan siklus produksi pada pesananan juragan, tetapi secara mandiri mencoba memproduksi sendiri serta memasarkannya juga secara mandiri. Sayangnya kemandirian tersebut tidak diikuti dengan politik kebijakan negara yang berpihak pada para perajin perhiasan tradisional itu. Para perajin emas tradisional itu seolah dibiarkan bertarung sendirian dengan fluktuasi harga emas global dan segenap turbulensinya.

Kirim Pesan
kirimkan pesan kepada admin untuk mengecek ketersediaan buku Berebut Emas di Bukit Giri: Politik Kebijakan Industri Perhiasan Emas Tradisional Berbasis UMKM