Dalam dunia desain grafis kemampuan desain saja tidaklah cukup. Seorang desainer grafis yang bekerja di sebuah percetakan juga harus tahu hal lain, selain bisa memperkirakan kesesuaian desainnya dengan hasil cetak. Apa yang dimaksud dengan hal lain?
Yaitu kemampuan untuk mengerti istilah-istilah dalam percetakan, sebab ini menyangkut dengan hasil cetakan yang diperoleh. Secara tidak langsung ia harus mengerti mesin cetak. Berikut istilah-istilah yang perlu seorang desainer grafis ketahui:
- DPI
Dot Per Inch atau DPI adalah merujuk pada resolusi hasil di output printer. Di sinilah dapat mengetahui kualitas hasil cetak yang diminta, apakah sesuai dengan desain apa tidak. Maka salah satu tuntutan seorang desainer grafis adalah memperkirakan angka resolusi pada desain digital dengan resolusi hasil cetaknya supaya hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
- CMYK
Cyan, Magenta, Yellow, dan Key disingkat CMYK. Keempat warna tersebut warna pilar untuk mencetak. Seorang desainer grafis tentunya harus memahami istilah ini. Printer dapat mencetak berbagai jenis warna atas perpaduan dari CMYK. Untuk itu, sebelum memulai kegiatan percetakan, perlu pengaturan warna ke CMYK agar hasilnya sesuai dengan apa yang sudah didesain.
- RGB
RGB merupakan singkatan dari red, green, blue. Biasanya, sistem warna RGB digunakan untuk keperluan desain digital. Tidak seperti CMYK yang lebih cocok diterapkan untuk cetak fisik.
- Bleed
Bleed adalah area di luar garis potong. Desainer grafis harus bisa menyertakan bleed pada setiap pekerjaannya untuk mengantisipasi rendahnya tingkat akurasi pada saat proses percetakan. Biasanya, bleed diatur dengan jarak setengah inci sehingga memberi ruang yang cukup ketika proses cetak.
Itulah 4 istilah di dunia percetakan yang perlu sekali diketahui oleh seorang desainer grafis apabila bekerja dalam bidang percetakan. Hal ini perlu tentunya agar hasil yang didapatkan maksimal dan tidak membuat kecewa pelanggan. Apakah artikel ini informatif? Semoga bermanfaat.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





