Kita bisa memahami bahwa “lembab” dan “lembap” merupakan dua kata dengan akhiran fonem yang berbeda [b] dan [p].
Ketika dihadapkan dengan tulisan kata “lembab” dan “lembap”, maka yang baku tentunya adalah “lembap” yang menurut KBBI berarti ‘mengandung air (tentang hawa dan sebagainya); tidak kering benar (tentang tembakau dan sebagainya)’ atau ‘tidak nyaring bunyinya (seperti gendang yang kendur)’.
Sayangnya dalam wilayah pelafalan, akhiran [b] dan [p] ini sukar untuk dibedakan sehingga kriteria baku atau nonbaku tidak dapat digunakan.
Melansir dari narabahasa.id (9/1/2023) secara fonologis perbedaan fonem akibat distribusi letak pada “lembab” dan “lembap”.
Perbedaan distribusi letak ini menimbulkan netralisasi atau hilangnya kontras antara dua buah fonem yang berbeda.
Hal ini barangkali tidak dapat dilepaskan dari karakteristik distribusi fonem konsonan [b]. Chaer dalam Fonologi Bahasa Indonesia (2013: 90) memaparkan bahwa konsonan [b] pada akhir kata dapat pula berdiri sebagai fonem [p]. Kedua fonem tersebut kehilangan kontrasnya pada kata-kata tertentu.
Kita dapat menemukan kasus netralisasi lainnya pada pelafalan kata “jawab” dan “jawap” serta “sebab” dan “sebap”. Kemudian pada kata “sabtu” dan “saptu”, misalnya, pelafalan [b] dan [p] juga kehilangan kontrasnya.
Lebih dari itu, netralisasi juga tidak terbatas pada fonem [b] dan [p]. Fonem [d] dan [t] pada pelafalan kata “tekad” dan “tekat”, contohnya, turut kehilangan kontrasnya.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “Lembab dan Lembap, Sebab dan Sebap, Netralisasi Antara Dua Fonem yang Berbeda”
Pingback: Istilah-istilah yang Berkaitan dengan Perayaan Tahun Baru Cina, Apa Saja? -