Penulisan Kata Bilangan yang Benar, Simak Baik-Baik!

Numeralia atau gampangnya kata bilangan, yakni kata yang digunakan untuk mengemukakan jumlah ataupun kuantitas sesuatu.

Apakah kalian sudah paham, bagaimnana cara menuliskannya? Apakah menuliskannya dengan angka atau huruf? Jika keduanya berlaku, kapan sih saatnya menuliskan dengan angka, kapan saatnya menuliskannya dengan huruf.

Nah, bagi kalian yang masih bingung, coba simak penjelasan di bawah ini, dilansir dari narabahasa.id:

1. Ditulis huruf, ditulis angka

Ditulis dengan huruf, apabila masih bisa disampaikan dengan satu atau dua kata. Misalnya: Kemarin ada sepuluh siswa yang hadir di ekstrakulikuler.

Tidak dapat diungkapkan dengan satu atau dua kata, meski harus ditulis dengan angka. Misalnya: Ibu membeli 555 gelas.

Hanya saja, meski begitu ada catatan, kalimat yang merincikan beberapa bilangan dituliskan menggunakan angka. Misalnya: “Dari 200 orang, 110 memilih Joko Widodo, 70 Prabowo, dan 20 orang memutuskan golput.”

2. Angka pada Awal Kalimat

Numeralia di awal kalimat ditulis dengan huruf apabila diungkapkan dengan satu atau dua kata. Hanya saja ketika numeralia ada di awal kalimat dan harus dinyatakan lebih dari dua kata, maka kalimatnya harus dimodifikasi supaya bisa dinyatakan dengan angka, sehingga tidak di depan. Misalnya sebagai berikut:

151 jenis tanaman dapat ditemukan di hutan tersebut.

Di hutan tersebut dapat ditemukan 151 jenis tanaman.

3. Sebagian Ditulis dengan Huruf

Ketika menuliskan numeralia dalam jumlah yang besar, kita dapat memanfaatkan huruf demi memudahkan pembacaan. Biasanya, kasus seperti ini kita temui pada penulisan harga atau nilai.

Rumah itu dijual dengan harga Rp1.000.000.000 rupiah.

Rumah itu dijual dengan harga 1 miliar rupiah.

4. Pecahan

Pecahan dapat dituliskan dengan huruf dan angka. Apabila menggunakan huruf, penulisan yang baku untuk ¼ adalah satu perempat dan seperempat. Perhatikan contoh lainnya seperti di bawah ini.

Seperdua (½)

Tiga perempat (¾)

5. Bilangan Tingkat

Penulisan “abad ke-20” dapat divariasikan dengan abad XX dan abad kedua puluh. Ketika menggunakan angka Romawi, kita tidak perlu menyertakan “ke-”.

Nah, itulah tata cara penulisan numeralia dalam bahasa Indonesia? Apakah pusing membaca penjelasan di atas? Semoga tidak ya!


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

sumber : narabahasa.id

Artikel Terbaru

1 komentar untuk “Penulisan Kata Bilangan yang Benar, Simak Baik-Baik!”

  1. Pingback: Penulisan Skor Pertandingan yang Benar, Simak Penjelasan Simpel Berikut! -

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *