Tanda hubung (-) dengan tanda pisah (—) sekilas sama—orang mungkin akan mengira kalau itu hanya masalah penulisan, mungkin yang berbeda adalah ukurannya. Namun, kedua tanda tersebut memang kenyataannya secara fungsi berbeda. Jika ingin membaca mengenai keterangan tanda pisah, klik di sini.
Lalu apa saja fungsi tanda hubung? Setidaknya ada 4 fungsi tanda hubung mengutip dari narabahasa.id, berikut keterangannya:
1. Pemenggal
Fungsi pertama adalah sebagai pemenggal. Biasanya ini digunakan untuk memisahkan bagian kata yang harus disambung pada baris berikutnya. Berikut contohnya:
Dari sore tadi Indra ingin sekali ma
-kan bakso.
2. Pengulang
Fungsi berikutnya adalah sebagai pengulang. Pengulang di sini bisa menunjukkan makna tunggal (misalnya laba-laba) dan menunjukkan makna majemuk (misalnya ibu-ibu).
Selain itu, tanda hubung berfungsi untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun (misalnya 22-10-2022). Tanda hubung juga digunakan untuk menyambung huruf dalam kata yang dieja satu per satu, (misalnya m-a-k-a-n).
3. Perangkai
Tanda hubung digunakan untuk merangkai sebuah kata dengan awalan atau akhiran, misalnya se-, ke-, -an, -ku, -mu, -nya, dan lain sebagainya.
se-Jakarta
ke-4
2000-an
ber-SIM
Tanda hubung juga dapat digunakan untuk merangkai suatu kata yang memuat unsur bahasa daerah dan asing (misalnya, di-sowan-i dan di-upload). Sementara, dalam penulisan jenjang pendidikan, penggunaan tanda hubung sering kali ditemukan untuk merangkai huruf dan angka (misalnya D-3 dan S-1).
4. Penanda Bentuk Terikat
Terakhir, tanda hubung juga dapat digunakan untuk menandakan bentuk terikat yang menjadi objek bahasan, seperti pada kalimat “Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.” atau “Kata tersebut mengalami sufiksasi -kah.”
Nah, itulah 4 fungsi tanda hubung dalam bahasa Indonesia yang perlu kalian ketahui. Apakah artikel ini cukup informatif? Silakan di-share supaya bermanfaat untuk kalangan orang banyak!
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “4 Fungsi Tanda Hubung dalam Bahasa Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui!”
Pingback: Fungsi Huruf Tebal Ternyata Berbeda dengan Huruf Miring, Simak Keterangan Simpel Berikut! -