Kalian tentu tidaklah asing dengan tanda koma. Rasa-rasanya hampir di setiap tulisan atau teks terdapat tanda koma.
Tanda koma memiliki banyak fungsi. Tanda koma sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan tanda baca yang dipakai untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian, memisahkan nama orang dari gelar akademik yang mengiringinya, memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi dalam kalimat, dan sebagainya.
Nah, dalam penggunaan tanda koma, ada setidaknya 13 aturan. Apa saja? Langsung saja, simak keterangan berikut dilansir dari instagram @badanbahasakemendikbud :
- Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian
Contoh: mobil, motor, dan kereta merupakan alat transportasi darat.
- Dipakai sebelum kata penghubung dalam kalimat majemuk
Contoh: Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup.
- Dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat
Contoh: Jika aku membuat kue, aku tidak punya waktu untuk membuat roti.
- Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat
Contoh : Dia sangat pandai. Jadi, wajar kalau dia mendapatkan beasiswa.
- Dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru
Contoh : Wah, betul juga katamu!
- Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
Contoh : Kata dokter, “Kita harus makan makanan bergizi agar sehat.”
- Dipakai untuk memisahkan (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah yang ditulis beruntut
Contoh :
(a) Sdr. Abdullah, Jalan Kayumanis III/18 Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130
(b) Dekat Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta
(c) Surabaya, 10 Mei 1960
(d) Tokyo, Jepang
- Dipakai sesudah salam pembuka, salam penutup, dan nama jabatan penanda tangan surat
Contoh : Dengan hormat,
- Dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Contoh : Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.
- Dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis
Contoh : Rafathir, S.E.
- Dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka
Contoh : 13,5 kg
- Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan (aposisi)
Contoh : Jokowi, Presiden RI, membuka kegiatan tersebut.
- Dipakai di belakang keterangan di awal kalimat untuk menghindari salah pengertian
Contoh : Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.
Nah, itulah 13 aturan penggunaan tanda koma (,) yang harus kamu tahu! Bagaimana? Apakah cukup informatif? Simak terus jejakpustaka.com, untuk mengetahui perkembangan seputar bahasa.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





