Apakah Anda pernah mendengar jenis artikel bernama “listikel”? Bagi Anda yang bekerja sebagai content writer, istilah tersebut tentunya tidak asing lagi.
Listikel merupakan artikel yang berbentuk list atau daftar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak muncul maknanya ketika diketik “listikel” pada pencarian. Namun, diduga listikel merupakan gabungan dari kata “list” dan “artikel”.
Nah, lahirnya berbagai platform dan merebaknya website kepenulisannya, membuat listikel marak bermunculan. Anda bisa mencarinya di google, banyak sekali yang menerima kiriman artikel listikel.
Hanya saja, jika Anda mengamati, banyak listikel yang kurang lebih sama isinya antara satu dengan yang lainnya. Dan memang munculnya banyak platform dan website mendorong merawat apa yang menjadi “penyakit” dalam menulis listikel.
Nah, tahukah Anda, apa saja penyakit dalam menulis artikel listikel? Berikut daftarnya:
1. Mengulang
Jika Anda mengamati, banyak artikel listikel yang mengulang secara isi. Ada penulis yang parafrase dengan artikel lain supaya tidak terlihat plagiat. Di sisi lain ini melatih kecerdasan parafrase, di sisi lain tidak mengembangkan tema. Paling buruk ada yang sekadar “copy-paste”.
2. Mengulas Sesuatu yang Umum
Banyaknya platform dan website yang menerima artikel listikel, menawarkan honorarium berupa pengumpulan poin, menuntut penulis untuk menulis sebanyak-banyak supaya poin terkumpul banyak dan bisa ditukarkan dengan uang. Hal ini membuat ide untuk menulis dipaksakan alias hanya memaksakan atau membahas sesuatu yang umum. Jadi ketika membaca, pembaca tidak mendapatkan apa-apa, hanya sesuatu yang umum, tanpa membaca pun sudah tahu.
3. Judul Menghebohkan, Isi Kosong
Salah satu daya tarik listikel adalah terletak pada judulnya. Ada kata atau frasa yang menekan pembaca untuk mengklik link yang ada. Misalnya kata-kata penekanan itu adalah “dijamin sukses”, “wajib nyoba”, “dijamin berhasil”, dll. Padahal secara isi artikel listikel tersebut tidak memberikan solusi.
Nah, itulah 3 Penyakit dalam Menulis Listikel, Artikel Berbentuk Daftar. Nah, ketika Anda akan menulis artikel berbentuk daftar, sebaiknya perhatikan benar apa sih yang Anda tulis. Seberapa berguna artikel tersebut menjadi solusi pembaca yang menjadi target Anda? Usahakan pembaca bisa tercerahkan dengan apa yang Anda tulis, dengan menyajikan sesuatu yang tidak banyak orang ketahui.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





