Kata majemuk menurut KBBI adalah gabungan morfem dasar yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang mempunyai pola fonologis, gramatikal, dan semantik yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan. Pengertian lain bisa juga dua kata yang membentuk makna baru. Ya, setiap kata dalam kata majemuk sejatinya sudah ada maknanya sendiri. Maka ketika mereka bergabung, akan muncul makna baru. Perpaduan dua kata ada yang ditulis dengan spasi ada yang tanpa.
Adapun ciri-cirinya mengenai kata majemuk bisa kalian simak keterangan berikut:
- Tidak bisa disisipi oleh kata lain. Misalnya kata mata air, tidak bisa kita sisipkan mata untuk air. Jika ditambah kata lain, maka maknanya menjadi beda.
- Tidak tukar posisi katanya. Sebagai contoh kata kereta api. Tidak bisa kita tukar menjadi api kereta. Apabila dilakukan, maknanya akan berbeda.
- Tidak dapat diberi imbuhan. Sebagai contoh kambing hitam. Tidak bisa kita ubah menjadi meng-kambing hitam.
Kemudian jenis kata majemuk berdasarkan bentuk penulisan antara lain:
- Kata majemuk senyawa, yaitu kata majemuk yang apabila tiap unsur kata digabung. Contoh matahari, kacamata.
- Kata majemuk tidak senyawa adalah kata yang setiap unsurnya terpisah. Misalkan mata air.
Sementara itu jenis kata majemuk sesuai dengan maknanya adalah:
- Majemuk beridiom adalah sebuah kata majemuk yang memiliki makna baru yang berbeda atau melenceng dari makna dasar. Misalnya buah hati, angkat kaki.
- Majemuk semi idiom adalah sebuah kata majemuk yang bisa ditemukan makna asli dari kata dasarnya. Misalnya rumah sakit.
Itulah pengertian, jenis-jenis, contoh kata majemuk. Semoga memberi manfaat. Bagi kalian yang punya naskah, bisa terbitkan di Penerbit Jejak Pustaka. Silakan hubungi CP untuk informasi lebih lanjut.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “Kata Majemuk; Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis, dan Contoh!”
Pingback: 5 Fungsi Footnote Secara Garis Besar, Nomor 5 Penting! -