tips menulis

5 Tips Menulis Bagi Penulis Pemula ala Dee Lestari

Menulis merupakan kegiatan menuangkan gagasan yang ada pada kepala, sebagai bentuk mengabadikan, sehingga gagasan itu tidak hilang begitu saja. Gagasan bisa berupa pemikiran atau juga perasaan. Menulis membuat seseorang menjadi lebih kreatif. Selain itu dapat menjadi terkenal juga. Begitu banyak penulis di dunia ini yang terkenal, terus beregenerasi. Mereka terkenal karena karyanya yang bagus, kemudian anggapan masterpiece melekat pada karya tersebut.

Maka wajar ketika seseorang sangat penasaran bagaimana cara penulis-penulis yang sudah terkenal tersebut menulis. Penasaran? Ya, karena karya mereka yang besar, bahkan dapat bertahan hingga beberapa puluh tahun.

Dee Lestari merupakan nama yang cukup akrab terdengar di dunia kesusastraan, khususnya sastra Indonesia. Nah, berikut 5 tips menulis bagi penulis pemula ala Dee Lestari yang diadaptasikan dari suara.com :

1. Rencanakan dan Petakan Ide

Menulis dengan spontan tentunya tidak salah. Tapi apabila hal tersebut ditujukan pada pemula, rasa-rasanya kurang pas metode tersebut. Menurut Dee Lestari, menulis perlu direncanakan dan perlu memetakan ide. Hal ini masuk akal juga, dengan begitu, kita tidak akan mengalami kebuntuan ide di tengah jalan.

“Tidak semua ide mengalir dengan lancar. Apalagi kalau kamu mau menulis panjang. Saya biasa bikin dulu draft sama poin-poinnya, dan itu saya rencanakan,” ungkapnya.

2. Memiliki Pembuka Tulisan yang Kuat

Kalimat pembuka harus dibuat dengan kuat. Tidak hanya Dee Lestari sebenarnya yang mengungkapkan demikian. Kalimat pembuka ibarat gerbang rumah. Jika gerbang tidak menarik, maka akan membuat seseorang mengurungkan niat untuk masuk ke rumah tersebut. Dee Lestari mengatakan kalimat pembuka menjadi kunci yang sangat penting dalam menulis.

“Kalau kamu bikin konten, sama juga dan jangan terlalu banyak kata-kata. Kalau ada satu inti yang mau dibicarakan, letakkan di depan,” lanjut Dee yang sudah merilis buku terbarunya, Rapijali.

3. Tunjukkan Emosi

Tunjukkan sisi emosi. Artinya memberikan nyawa pada tulisan, dengan mengungkapkan deskripsi yang ingin disampaikan.

“Otomatis kita dipaksa untuk menulis deksripsi, tapi kalau bukan fiksi ya sama juga. Kenapa kita tertarik sama tulisan? Karena ada sesuatu yang dimainkan di hati kita, salah satunya emosi,” ungkapnya.

4. Bingkai dalam Adegan

Jika ingin menulis karya fiksi, membuat adegan sangatlah penting. Tidak hanya fiksi saja yang harus dibuat adegan, tulisan non-fiksi bagi Dee juga sama. “Tidak hanya keterangan, tapi ada sensasi panca indera, timeline, jadi nggak melulu kronologi kering aja,” lanjut Dee.

5. Variasi Kalimat

Variasi kalimat tentunya sangat penting. Sebab dengan variasi kalimat yang baik, akan membuat karya yang ditulis tidak membosankan. Juga akan menimbulkan daya ekstetik tersendiri.

Dee Lestari mengatakan dalam menulis perlu membuat variasi kalimat. Mulai dari kalimat panjang, pendek, induktif, dan deduktif. Jika variasi kalimat tersebut ditulis, menurut Dee hal itu dapat menjadi seperti kumpulan ritme. “Jadi seperti kumpulan ritme dan irama, jadi menurut saya variasi kalimat penting banget,” ungkapnya.

Itulah 5 tips menulis bagi penulis pemula ala Dee Lestari. Bagi kalian yang baru belajar menulis, tentunya bisa mencoba ke 5 tips tersebut. Sekian.


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *