6 kosakata dalam KBBI yang jarang orang gunakan. Apa saja? Kalian pasti pernah mendengar seseorang berkata dan kata itu terasa aneh di telinga kalian. Maka kalian tidak mengetahui artinya kata yang telah terucap dari mulut seseorang. Nah, kosakata bahasa Indonesia begitu banyaknya, sehingga memungkinkan tidak semua orang mengucapkannya.
Nah berikut 6 kosakata dalam KBBI yang jarang orang gunakan. Apa saja?
1. Buhul
Pernahkah mendengar kata ini? Dalam KBBI ‘buhul’ mempunyai arti simpul pada tali; ikatan (pada dasi). Kalau ikatanku denganmu namanya apa ya? Hmm.
2. Bena
Bena juga merupakan kosakata yang lumayan asing. Dalam KBBI ‘bena’ mempunyai arti [1] ombak [2] air pasang; banjir [3] menarik untuk diperhatikan [4] patut diindahkan (karena penting atau luar biasa) [5] acuh; peduli. Kamu bena sehingga mengundang gemuruh ombak di dadaku!
3. Kenes
Kenes juga jarang diucapkan oleh seseorang. Menurut KBBI ‘kenes’ mempunyai arti [1] lincah dan menawan hati (tentang sikap anak kecil) banyak bicara dan banyak tingkah yang menyenangkan [2] suka bergaya dan bertingkah laku dibuat-buat supaya menarik perhatian; genit; keletah [3] bangga akan keadaan dirinya; bermegah diri; mengagungkan diri. Kamu tampak kenes hari ini.
4. Lajnah
Lajnah? Apakah kalian pernah mendengarnya? ‘lajnah’ menurut KBBI berarti panitia; komisi. Mungkin kalian akan salah sangka, kosakata ini merupakan kata asing.
5. Visus
Jika kalian mengambil kuliah jurusan kedokteran mungkin akrab dengan kosakata ini. Visus menurut KBBI merupakan ketajaman penglihatan; daya lihat. Jika kalian ambil spesialisasi okulis, pasti kalian akan sering bertemu dengan kata ini. Hanya saja untuk masyarakat umum kosakata ini terdengar asing.
6. Faktitius
Faktitius sangat jarang orang ucapkan. Menurut KBBI ‘faktitius’ merupakan yang sengaja dibuat atau diadakan dan tidak asli; buatan; rekaan. Nah, sekarang sudah tahu kan?
Itulah 6 kosakata dalam KBBI yang jarang orang gunakan. Bagaimana? Mungkin kalian bisa menggunakan kosakata tersebut di lain waktu. Bagi kalian yang mempunyai naskah dan siap terbit, silakan bisa hubungi Penerbit Jejak Pustaka.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





