Menjadi sebuah kewajaran ketika ada seorang penulis yang naik daun atau sukses, Anda akan dibuat penasaran. Dalam hal ini, penasaran yang dimaksud adalah penasaran dalam ruang lingkup proses kreatif. Apalagi penulis sekaliber dunia yang dapat menghasilkan karya bagus. Tidak jarang karya-karya yang dihasilkan menjadi referensi dari tahun demi tahun. Bahkan bisa bertahan sampai puluhan tahun.
Salah satu nama yang tidak asing adalah Ernest Hemingway. Mungkin Anda tidak tahu bagaimana Hemingway menulis, hingga menghasilkan karya yang luar biasa. Berikut proses kreatif Ernest Hemingway yang diambil dari buku Proses Kreatif dan Dunia Lain:
1. Berat di Awal
Hemingway menyatakan: “Cukup tulis satu kalimat lengkap secara benar dengan makna jelas. Seteleh itu kalimat selanjutnya dari sana. Ketika aku mengalami kebuntuan menulis, aku diam di depan perapian sambil melempar kulit jeruk ke api dan menatap percik kebiruan. Bisa juga menatap atap-atap rumah di Paris dan berpikir.”
2. Tidak Membahas Cerita dengan Orang lain
Hemingway memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tentang proses membangun cerita. Meskipun itu dalam wawancara resmi yang keren. Di luar proses menulis cerita, Hemingway cenderung melupakan semua cerita yang sedang dia kerjakan. Jika terus terbebani cerita sepanjang waktu, ia akan merasa jenuh jika akan meneruskan cerita itu.
Jika membahas proses kreatif dengan orang lain, bisa mengacaukan perencanaan cerita yang sudah ia buat. Hemingway tidak ingin orang lain tahu cerita atau novelnya sebelum diterbitkan. Hemingway lebih suka membicarakan topik lain yang mungkin membantunya dalam proses menulis selanjutnya.
3. Menikmati Proses
Menulis bagi Hemingway adalah sebuah perjalanan (journey), sebuah proses jangka panjang. Butuh persiapan, pemikiran, serta kedalaman. Baginya, tidak akan didapat sebuah cerita bagus yang dibuat secara terburu-buru. “Nikmati saja. Teruslah berjalan mengikuti kata hati,” ucap Hemingway.
4. Menulis di Pagi Hari
Ini adalah tips khas Hemingway. Ia menyatakan sangat senang menulis di pagi hari. Baginya pagi adalah energi besar. “Menulis ketika hari masih pagi akan memberi Anda waktu yang lebih leluasa untuk menyelesaikan tulisan. Selain itu, agar Anda menjadikan menulis sebagai bagian dari kebiasaan harian,” ucap Hemingway.
5. Catat Perkembangan Harian
Menurut Hemingway, menulis bukan hanya rasa tetapi juga soal disiplin juga proses berpikir. Semuanya terukur dan bisa diukur. Dengan begitu, kita bisa menghitung produktivitas setiap hari, serta menghindari kemalasan dan kebosanan.
6. Menulis dengan Benar dan Jujur
Setiap menulis, Hemingway selalu memulai dengan menulis yang benar dan jujur. Dengan menulis kebenaran, akan menuntun langkah selanjutnya dengan jujur. Jika tidak benar, maka akan penuh dengan kepura-puraan yang akan menjebak di tengah atau akhir cerita.
7. Mulailah dengan Sederhana
Menurut Hemingway, kesederhaan adalah puncak tertinggi. Hemingway mengatakan, “Mulailah dengan yang sederhana saja, tidak perlu terlalu muluk. Dunia ini penuh dengan kesederhanaan-kesederhanaan yang bisa menjadi keelokan.”
8. Kapan Menulis, Kapan Berhenti
“Saya menikmati hidup saya. Menikmati prosesnya. Belajar untuk tidak memikirkan tulisan saya sejak saat saya rehat menulis hari ini. Saya baru memikirkannya kembali besok ketika menulis lagi. Dengan begitu saya terlepas dari kejenuhan menulis. Alam bawah sadar saya akan menjaga ritme kehidupan saya. Di luar waktu menulis, saya masih punya waktu untuk mendengarkan orang lain dan memperhatikan hal-hal lain.”
9. Cintailah yang Sedang Dikerjakan
“Syukuri apa saja yang terjadi pada dirimu, pada hatimu. Menuliskan dengan penuh cinta, tentang yang sedang Anda kerjakan.”
Nah, itulah beberapa proses kreatif Ernest Hemingway dalam menulis. Bagaimana? Anda bisa menerapkan tips di atas untuk menuliskan gagasan kalian. Selamat mencoba.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah






1 komentar untuk “Tips Menulis: 9 Proses Kreatif Ernest Hemingway”
Pingback: 5 Tips Menulis Bagi Penulis Pemula ala Dee Lestari -