plagiat

4 Alasan Mengapa Orang Terdorong untuk Melakukan Plagiat

Kalian yang berkecimpung dengan dunia kepenulisan, pasti pernah mendengar istilah plagiat. Atau bahkan tidak hanya sekadar mendengar, tapi tahu persis suatu kasus plagiat. Kalian yang sudah paham tentang plagiat, pasti akan mengikuti kasus tersebut dengan perasaan geram. Ya, plagiat merupakan suatu hal yang haram dalam dunia tulis-menulis.

Plagiat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V berarti pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.

Terlepas dari pengertian itu, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang melakukan plagiat. Apa saja? Berikut 4 alasan mengapa orang terdorong untuk melakukan plagiat, simak!

1. Malas Berpikir


Setiap kali berhadapan dengan laptop, selalu bingung hendak menuliskan apa pada lembar Ms. Word. Berjam-jam masih kosong. Sementara orang lain sudah menghasilkan karya, apalagi bila karya tersebut mendapat respon baik dari khalayak. Wajar saja kalau kebakaran jenggot. Sementara layar laptop kalian masih juga dalam keadaan kosong. Maka bahaya, apabila timbul pikiran untuk mengambil karya orang lain. Padahal ide bisa dipikirkan, jangan sampai karena malas berpikir, menjadikan kalian melakukan plagiarisme.

2. Instan

Dalam menulis membutuhkan proses yang panjang. Kalian tidak bisa serta merta, sekali menulis langsung kualitas tulisan bagus. Itu malah tidak masuk akal. Apalagi jika kalian tidak membaca. Kadang penulis pemula tidak sabaran, ingin segera tenar, ingin segera orang-orang mengakui karyanya. Padahal sifat-sifat seperti ini sangat tidak baik. Bukan tidak mungkin akan timbul pikiran untuk memplagiat.

3. Godaan Uang

Salah satu yang cukup menggoda dalam dunia tulis-menulis adalah uang. Menulis memang bisa menjadi ladang untuk menghasilkan uang. Melihat teman yang tulisannya banyak bermunculan di media massa, akan menimbulkan keirian. Iri? Ya iri. Semakin banyak tulisan yang muncul, akan semakin banyak pula uang/pendapatan. Sedangkan, dengan keadaan sumber daya yang masih ecek-ecek, bukan tidak mungkin akan menimbulkan pikiran untuk melakukan plagiat.

4. Ingin Dianggap Produktif

Produktivitas menjadikan seorang penulis semakin eksis pada dunianya. Orang-orang akan semakin mengenal namanya. Tentu saja untuk menjadi produktif, membutuhkan kerja keras. Apabila kalian ingin dianggap produktif, sebaiknya kendalikan dulu keinginan itu. Sebab ingin dianggap produktif juga tidak baik, bisa-bisa kalian mempunyai pikiran untuk melakukan plagiat.

Itulah 4 alasan mengapa orang terdorong untuk melakukan plagiat. Kalian—apalagi yang baru menyelami dunia tulis-menulis—jangan sampai melakukan hal tersebut. Pokoknya ngeri! Suer!


Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *