7 Sastrawan Indonesia yang Berzodiak Gemini – Pada 21 Mei hingga 20 Juni merupakan zodiak Gemini. Apakah kalian tahu, siapa saja sastrawan Indonesia yang berzodiak Gemini?
Tidak banyak artikel yang mengulas mengenai sastrawan yang lahir pada zodiak Gemini. Nah, artikel ini mencoba membahas sastrawan Indonesia yang berzodiak Gemini. Tentu saja tidak semuanya, hanya sebatas pengetahuan penulis saja.
Berikut 7 Sastrawan Indonesia yang Berzodiak Gemini, dilansir dari achmadadieb.wordpress.com:
1. Ahmad Tohari
Lahir di Jawa Tengah pada 13 Juni 1948 tepatnya di Banyumas. Karya-karyanya di antaranya, Kubah (1980; Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), Jantera Bianglala (1986; meraih hadiah Yayasan Buku Utama 1986), Di Kaki Bukit Cibalak (1986; pemenang salah satu hadiah Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1979), Senyum Karyamin (1989), Bekisar Merah (1993), Kiai Sadrun Gugat (1995), Lingkar Tanah Lingkar Air (1995), Nyanyian Malam (2000).
2. Asrul Sani
Asrul Sani lahir di Rao, Sumatra Barat, 10 Juni 1927. Karyanya di antaranya Tiga Menguak Takdir (1950; bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin), Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat (1972), Mantera (1975), Mahkamah (1988). Selain banyak menulis skenario dan menyutradarai film, ia terkenal sebagai penerjemah andal dan produktif.
3. Gerson Poyk
Gerson Poyk lahir di Pulau Rote, NTT pada 16 Juni 1931. Novel dan kumpulan cerita pendeknya, antara lain: Hari-hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Matias Ankari (1975), Oleng-kemoleng & Surat-surat Cinta Rajaguguk (1975), Nostalgia Nusatenggara (1976), Jerat (1978), Cumbuan Sabana (1979), Seutas Benang Cinta (1982), Giring-giring (1982), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requiem untuk Seorang Perempuan (1983), Anak Karang (1985), Doa Perkabungan (1987), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988), Poti Wolo (1988).
4. HS Djurtatap
Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Juni 1947. Sejak 1974 menjadi redaktur harian Pelita Jakarta. Karya-karyanya dimuat antara lain di Horison. Dua sajaknya dimuat dalam antologi Sajak-sajak Perjuangan dan Tanah Air (1995; Oyon Sofyan [ed.]).
5. N. Riantiarno
Lahir di Cirebon, Jawa Barat, 6 Juni 1949. Karya-karyanya antara lain Opera Kecoa, Ranjang Bayi dan Percintaan Senja (kedua novel yang disebut terakhir masing-masing memenangkan sayembara majalah Femina dan Kartini), Semar Gugat (1995), Cinta Yang Serakah (1978).
6. Saini K.M.
Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 16 Juni 1938. Karya-karyanya meliputi puisi, karya sastra drama, dan esai, di antaranya: Pangeran Sunten Jaya (1973), Ben Go Tun (1977), Egon (1978), Serikat Kaca Mata Hitam (1979), Sang Prabu (1981), Kerajaan Burung (1980; pemenang Sayembara Direktorat Kesenian Depdikbud), Sebuah Rumah di Argentina (1980), Pangeran Geusan Ulun (1963), Nyanyian Tanah Air (1968), Puragabaya (1976), Siapa Bilang Saya Godot (1977), Restoran Anjing (1979), Rumah Cermin (1979), Beberapa Gagasan Teater (1981), dll.
7. Seno Gumira Ajidarma
Lahir di Boston, Amerika Serikat, 19 Juni 1958. Karya-karyanya antara lain: Mati Mati Mati (1978), Bayi Mati (1978), Catatan Mira Sato (1978), Manusia Kamar (1978), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (1994; kumpulan cerita pendek terbaik versi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud RI 1994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Negeri Kabut (1996), Jazz, Parfum, dan Insiden (1992).
Nah, itulah 7 Sastrawan Indonesia yang Berzodiak Gemini. Semoga menginspirasi.
Bagi kalian yang mempunyai naskah dan bingung mau menerbitkan buku di mana, Penerbit Jejak Pustaka hadir menjawab kegelisahan kalian. Paket penerbitan yang tersedia sangat terjangkau, info selengkapnya bisa menghubungi kontak yang tertera pada website jejakpustaka.com.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





