Mungkin Anda yang mencetak buku sendiri akan timbul kebingungan. Anda bingung memilih jenis penjilidan, mana yang cocok untuk buku Anda. Hal ini wajar, sebab teknik penjilidan begitu banyak jenisnya. Dan tidak setiap jenis penjilidan cocok untuk suatu naskah yang akan naik cetak. Salah satu tujuan penjilidan juga mempunyai fungsi meningkatkan look buku.
Nah, dari berbagai jenis penjilidan tersebut, apa saja yang ada dalam dunia percetakan? Simak keterangan berikut:
1. Lakban
Penjilidan jenis ini paling mudah dan paling sering kita jumpai, mulai dari gerai fotokopi hingga percetakan. Langkah pertama penjilidan ini adalah tepi naskah distaples terlebih dulu. Kemudian langkah selanjutnya menempelkan lakban hitam untuk menutupi staples. Jilid ini biasanya tidak dapat bertahan lama.
2. Lem Panas
Dunia penerbitan kebanyakan menggunakan jenis jilid lem panas. Pengerjaan yang tidak memakan waktu, dan hasil penjilidan yang kuat, menjadi alasan, mengapa kebanyakan penerbit menggunakan jilid jenis ini.
3. Jahit Kawat
Paling sering kita jumpai, pada penjilidan jenis ini adalah pada buku tulis. Metode penjilidan ini tidak cocok untuk buku seperti novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, atau buku-buku lain yang menggunakan metode lem panas. Jilid ini biasanya untuk buku yang tidak terlalu banyak halamannya.
4. Spiral Kawat
Jika Anda pernah memegang sebuah proposal atau buku catatan harian, mungkin Anda akan mendapati spiral kawat. Spiral ini mempunyai daya estetika tersendiri, memberikan sentuhan menarik pada buku. Lagi-lagi jilid jenis ini sangat tidak cocok untuk naskah-naskah fiksi ataupun ilmiah yang mempunyai halaman cukup tebal.
5. Jahit Benang
Jahit benang merupakan penjilidan buku yang relatif lama. Namun, dewasa ini masih banyak yang menggunakan. Biasanya jika sudah terkumpul beberapa lembar dijahit, kemudian menyatukan lembar yang telah dijahit dengan memasang cover buku. Jenis ini memakan waktu cukup lama dan mempunyai kesan ribet.
6. Hardcover
Jenis ini biasanya dipergunakan untuk cetak skripsi, karya ilmiah atau tugas akhir. Beberapa buku ilmiah (baca: naskah konversi misalnya), juga menggunakan jenis jilid ini. Hardcover mempunyai kesan serius dan cocok untuk naskah-naskah yang berisi hasil penelitian-penelitian.
Nah, itulah 6 jenis penjilidan dalam dunia perbukuan. Sekarang apakah Anda masih bingung? Oh ya, jika Anda menerbitkan buku di Penerbit Jejak Pustaka, Anda tidak perlu bingung memilih jenis penjilidan yang akan Anda gunakan untuk calon buku Anda. Sebab, Penerbit Jejak Pustaka akan memberikan saran untuk itu. Tertarik? Silakan hubungi CP atau media sosial Penerbit Jejak Pustaka.
Kontributor : Risen Dhawuh Abdullah





