menulis abstrak

5 Tips Menulis Abstrak yang Wajib Anda Ketahui!

Abstrak merupakan ringkasan dari isi suatu penelitian (skripsi, jurnal, tesis, dan disertasi, dll) yang berfungsi sebagai pintu agar pembaca tahu isi dan inti penelitian yang akan dibacanya. Sehingga apa? Sehingga pembaca bisa memastikan bahwa penelitian yang akan dibacanya, adalah pilihan yang tepat untuk menjadi referensi/apa yang dimauinya.

Jumlah abstrak sendiri mempunyai variasi tersendiri. Tetapi normalnya sekitar 250 kata. Beberapa ketentuan menyarankan di bawah 250 kata. Jadi aturan penulisan untuk abstrak tidaklah kaku. Pada intinya, kembali ke pengertian, abstrak adalah ringkasan penelitian. Dalam menulis abstrak, tentu ada aturannya. Apa saja aturannya? Berikut 5 tips menulis abstrak yang wajib Anda ketahui!

1. Abstrak Dibuat Terakhir

Membuat abstrak ke dalam proses yang pertama sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab apa? Kita belum tahu wujud tulisan kita. Akan menjadi riskan, ketika kemudian melenceng dari abstrak, bila menulis abstrak terlebih dahulu (ya, walaupun diubah abstraknya juga tidak membutuhkan waktu yang lama). Maka menulis abstrak yang paling enak berada di proses yang akhir. Dengan begitu Anda bisa fokus menuliskan penelitian Anda. Kesalahan yang masih ditemui adalah banyak peneliti yang menulis dari awal.

2. Tinjauan Intruksi

Tuliskan abstrak sesuai yang diminta oleh ketentuan. Misalnya mengenai jumlah karakter, setiap paragraf harus berapa kalimat, spasi, dan aturan main yang lain. Aturan yang dikeluarkan oleh suatu instansi memiliki standar yang berbeda-beda.

3. Menulis Berdasarkan Kebutuhan

Menulis berdasarkan kebutuhan, bagaimana maksudnya? Artinya, saat menulis abstrak harus mengacu kepada segi kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu penting membuat pembahasan riset yang relevan, berbobot, dan sesuai dengan minat masyarakat. Sehingga penelitian akan menjadi solusi dan langsung dapat diaplikasikan. Menulis abstrak melihat segmentasi. Jika abstrak masih diperuntukkan untuk akademisi, maka bahasa dan ulasannya harus disesuaikan dan menggunakan bahasa baku. Sebaliknya jika masyarakat, gunakan bahasa sedikit lebih ringan.

4. Menguasai Berbagai Macam Abstrak

Terdapat beberapa jenis abstrak. Deskriptif, informative dan kritis. Deskriptif lebih kepada tujuan dan maksud. Informatif biasanya lebih ringkas, ditulis berdasarkan tinjauan umum yang sedang diteliti. Informatif lebih panjang daripada deskriptif. Kritis, abstrak yang hanya digunakan pada kondisi tertentu. Penulisannya lebih kepada cara mengulas dan menghubungkan kajian yang diteliti. Jarang seorang peneliti memakai abstrak kritis.

5. Susunan penulisan

Bagian pertama abstrak adalah latar belakang. Dalam menuliskannya, hindari penulisan, “latar belakang penelitian ini adalah….” sebab hanya menambah kekakuan semata. Kemudian tujuan dan simpulan, juga tidak dituliskan “tujuan penelitian ini adalah…” dan “simpulan penelitian ini adalah…”. Sekali lagi itu malah menjadi kaku. Buatlah abstrak dengan kalimat yang luwes, baik, benar, padat, dan jelas.

Itulah 5 tips menulis abstrak yang wajib Anda ketahui. Harapannya dengan menerapkan 5 tips di atas, pembaca bisa langsung mengerti apa yang Anda maksud dalam penelitian Anda. Jika Anda mempunyai naskah, bisa diterbitkan di Penerbit Jejak Pustaka.


kontributor : Risen Dhawuh Abdullah

Artikel Terbaru

1 komentar untuk “5 Tips Menulis Abstrak yang Wajib Anda Ketahui!”

  1. Pingback: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Kata Pengantar -

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *